Jumat, 19 Juni 2015

Belajar Baca Quran (BBQ) - Lebih Dekat dengan Al-Quran


Buku ini disusun berdasarkan kaidah ilmu tajwid dasar dan bacaan quran berdasarkan qiroah Imam Ashim riwayat imam Hafs. Analogi contoh dan penjelasan dalam buku ini salah satunya kami ambil dari ilmutajwid.com dan beberapa pesantren di Indonesia. Untuk peraga atau contoh pengajar kepada murid bisa menggunakan metode Iqro’ atau Metode Qiroati. Adapun untuk materi pendalaman kaidah / adab terhadap Al-Quran kami ambil dari nukilan kitab At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran karya imam Nawawi.

Tujuan Program

·       Memahami hukum-hukum bacaan dan mampu menerapkannya secara benar dalam membaca Al-Qur’an serta trampil mengajarkannya
·       Mengenal Al-Qur’an dan hal-hal yang berhubungan dengannya, serta trampil mengajarkannya
·       Mendeskripsikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari serta trampil mengajarkannya




Senin, 01 Juni 2015

Mengenal Detail FTTH (Fiber To The Home)

STRUKTUR KABEL OPTIK

Pada serat multimode, diameter inti 50 mikron, kira-kira setebal rambut manusia. Pada single mode, diameternya 8-10 mikron.

Inti serat dikelilingi oleh cladding yang memiliki indeks bias lebih kecil daripada inti. Kemudian bagian lebih luar adalah jaket plastik untuk melindungi cladding.



Serat optik biasanya dikelompokkan dalam bundelan, yang dilindungi oleh sarung (sheath) terluar.

Kisaran Frekuensi
Redaman
Delay
Jarak Antar Repeater
Twisted pair (dengan loading)
0 – 3,5 kHz
0,2 dB/km pada 1 kHz
50 ms/km
2 km
Twisted pair (kabel multi-pair)
0 – 1 MHz
3 dB/km pada 1 kHz
ms/km
2 km
Kabel koaksial
0 – 500 MHz
7 dB/km pada 10 MHz
ms/km
1 – 9 km
Serat optik
180 – 370 THz
0,2 – 0,5 dB/km
ms/km
40 km





















Tabel Perbandingan Transmisi Fiber Optik dan Coaxial

Prinsip Dasar
Sistem transmisi optik menjadi berguna karena diterapkan prinsip-prinsip fisika tertentu. Ketika sinar berjalan dari satu medium ke medium lainnya, sebagai contoh dari silika ke udara, sinar akan dibiaskan (dibengkokkan) pada perbatasan silika/udara.



Pada gambar, sinar yang datang pada perbatasan dengan sudut b 1 dibiaskan dengan sudut b 1. Nilai sudut bias bergantung pada sifat media (index bias). Untuk sudut datang di atas nilai kritis tertentu, sinar akan dibiaskan kembali ke dalam silika, tidak ada yang lepas ke udara.

Jadi, sinar yang datang pada sudut yang tepat sama dengan atau di atas sudut kritis akan terperangkap di dalam serat, dan dapat merambat beberapa kilometer tanpa rugi-rugi yang signifikan.

Keunggulan Fiber Optik :
      Data rate yang lebih besar
      Jarak yang lebih jauh = ideal untuk transmisi data digital.
      Kebal interferensi, termasuk kilat, dan tidak bersifat mengantarkan listrik
      Tidak dipengaruhi oleh korosi dan tidak berpengaruh pada zat kimia
      Ukuran jauh lebih kecil
      Kecil kemungkinan untuk bisa disadap

Link Budget
Link budget merupakan perhitungan keadaan sebenarnya yang harus dilakukan dalam menentukan beberapa masukan untuk sistem parameter yang akan digunakan dalam aplikasi FTTH. Beberapa pertimbangan yang diperlukan dalam perhitungan ini antaranya besaran sinyal optik dan noise. Faktor ini sangat penting untuk dihitung agar jaringan serat optik benar-benar telah sesuai dengan spesifikasi standar seperti yang direkomendasikan dari ITU dan IEEE.

Pengukuran dan pengujian
       Untuk mendapatkan performa yang baik, dan bebas dari kemungkinan kesalahan dalam penghantaran layanan kepada konsumen, maka setiap jaringan instalasi serat optik perlu diuji dan diukur terlebih dahulu. Berikut ini beberapa peralatan optoelektronik yang biasa digunakan dalam pengukuran dan pengujian tersebut:
a.       Optical Loss Test Set (OLTS)
b.      Optical Time-Domain Reflectometer (OTDR)

Dalam pengukuran dan pengujian, salah satu dari kedua peralatan ini biasanya mesti memiliki kemampuan dalam menguji serat optik pada panjang gelombang 1310 nm, 1490 nm, 1550 nm, dan 1625 nm.

Tujuan utama dari pengujian instalasi serat optik ini adalah untuk menjamin kontinuitas dan kehandalan jaringan dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Selain itu juga dapat mengurangi biaya perawatan, waktu yang diperlukan dalam memulihkan jaringan akibat kemungkinan ganguan (faulty) dari komponen-komponen optik yang digunakan seperti konektor (connector) atau sambungan serat optik (splice).

Arsitektur FTTx

       Modus Aplikasi Jaringan FTTX.
       Jaringan kabel lokal fiber Optik ( Fiber to The X ) paling sedikitnya terdapat 2 perangkat aktif ( Opto Elektrik ) yang dipasang di Central Office dan yang satu lagi dipasang di dekat dan atau di lokasi pelanggan.
       Berdasarkan lokasi penempatan perangkat aktif yang dipasang didekat dan atau dilokasi pelanggan maka terdapat beberapa Konfigurasi sbb :

1.  Fiber To The Building.
TKO Terletak  didalam  gedung  dan  biasanya  terletak  pada  ruang  telekomunikasi di basement  atau  tersebar  dibeberapa  lantai,  terminal  pelanggan  dihubungkan dengan  TKO  melalui  kabel  tembaga  Indor  atau  IKG,  FTTB  dapat  dianalogikan dengan Daerah Catu Langsung pada jaringan kabel tembaga.

2.  Fiber To The Zone
TKO  terletak  disuatu  tempat  diluar  bangunan,  biasanya  berupa  kabinet  yang ditempatkan  di  pinggir  jalan  sebagai  mana  biasanya  RK,  terminal  pelanggan dihubungkan  dengan  TKO  melalui  kabel  tembaga  hingga  beberapa  kilometer, FTTZ  dapat dianalogikan  sebagai pengganti RK.

3. Fiber To The Curb.
TKO  terletak  disuatu  tempat  diluar  bangunan,  baik  didalam  kabinet,  diatas tiang  maupun  di  Manhole,  terminal  pelanggan  dihubungkan  dengan  TKO melalui  kabel  tembaga  hingga  beberapa  ratus  meter  saja,  FTTC  dapat dianalogikan  sebagai pengganti Titik Pembagi.

4. Fiber To The Home
TKO  terletak  didalam  rumah  pelanggan,  terminal  pelanggan  dihubungkan dengan  TKO  melalui  kabel  tembaga  Indoor  atau  IKR  hingga  beberapa  puluh meter saja, FTTH dapat dianalogikan  sebagai pengganti Terminal Blok ( TB ).

TKO = Terminasi Kabel Optik

Topologi FTTH 
Satu fiber input dari AN (Access Node) akan membutuhkan sebuah splitter dengan multiple outgoing fiber. Artinya kapasitas fibre dibagi dari semua jumlah fiber yang ada. Jumlah serat keluar menentukan rasio split dan dapat bervariasi dari 1 dengan 2 atau 1 dengan 4 sampai 1 dengan 128 atau 1 oleh 256. Splitters dapat juga digunakan dalam kaskade atau seri, dalam hal putus untuk mengakhiri rasio split kelipatan rasio pemecahan individu. Karena kapasitas bersama, akhir yang lebih tinggi untuk mengakhiri rasio split, semakin rendah bandwidth maksimum per pelanggan




Ketika ada dedicated fiber tersedia dari AN ke dalam setiap premis Pelanggan. Tidak ada pembagian kapasitas, tetapi jumlah serat yang tinggi memasuki AN, membutuhkan juga sejumlah besar peralatan aktif dalam AN tersebut.

Pengaplikasian FTTH 



Perangkat Aktif dan Pasif Serat Optik
Antarmuka pasif terdiri dari dua tap yang dilebur dalam serat optik utama. Tap pertama memiliki LED atau dioda laser di ujungnya (untuk pengiriman), sedangkan tap lainnya memiliki photodiode (untuk penerimaan). Perangkat tap itu sendiri bersifat pasif dan sangat andal karena LED atau photodiode yang rusak tidak akan merusak ring secara keseluruhan, melainkan hanya berakibat satu komputer mati.

Tipe antarmuka lain adalah repeater aktif. Cahaya yang datang diubah menjadi sinyal listrik, dibangkitkan lagi dengan kekuatan penuh jika dayanya lemah, kemudian diretransmisi sebagai cahaya. Saat ini telah diperkenalkan repeater optik murni. Perangkat ini tidak memerlukan konversi optik ke listrik ke optik, sehingga dapat beroperasi pada bandwidth yang sangat tinggi.

Tinjau kasus topologi ring:
Apabila repeater aktif mengalami kegagalan, ring akan rusak dan keseluruhan jaringan mati.
Sedangkan antarmuka pasif dapat mengalami rugi-rugi pada tiap sambungan, sehingga jumlah komputer dan panjang ring total terbatas.

FTTH Network Components
        Connector
        Cabinets
        Manhole
        Closure
        ODF/ODR
        Splitter
        Splicer
        Fiber

GPON (Giga Bit Passive Optical Network)
  1. Adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access  berbasis kabel serat optik.
  2. Merupakan  salah  satu  teknologi  yang  dikembangkan  oleh  ITU-T  via G.984.
  3. Satu  perangkat  akan  diletakkan  pada  sentral,  kemudian  akan mendistribusikan Traffic Triple Play ke arah subscriber . 
  4. Ciri khas dari teknologi ini dibanding  teknologi optik lainnya semacam SDH adalah  teknik  distribusi  traffic  nya  dilakukan secara  pasif. Dari  sentral hingga ke arah subscriber akan didistribusikan menggunakan pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64). 
  5. GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dan menggunakan  broadcast ke arah downstream. Tiap pelanggan akan mempunyai  identitas berupa T-CONT yang merupakan container komunikasi antara OLT (Sentral) dengan ONT. 


Perangkat GPON terdiri dari :
  1. Optical Line Termination (OLT) dipasang di Central Office
  2. Sejumlah Optical Network Units (ONU) atau Optical Network Terminations (ONT) diletakkan di beberapa lokasi dalam jaringan akses broadband point-to-multipoint antara central office dan customer premises. 
  3. ODN terdiri dari fiber optik dan passive splitters/couplers serta aksesories lain seperti connector yang menjadikan elemen-elemen ODN terkoneksi.

Perbandingan GPON - GE PON - BE PON








Konsep Splicing
Beberapa metode splicing adalah splice fusi, splice V-groove dan tabung, splice tabung elastis, dan splice rotary.

Secara teori ada 3 jenis kesalahan mekanis pada sambungan serat optik. Formulasi rugi-rugi akibat kesalahan tersebut adalah:
1.      Rugi-rugi lateral (aksial)
2.      Rugi-rugi angular
3.      Rugi-rugi gap (longitudinal)

Sumber :
- www.ftthcouncil.eu
- Module 9 Teknik Elektro IT Telkom
- www.telkomakses.co.id
- www.3m.com/telecom
- www.afcgroup.com.au



Sabtu, 23 Mei 2015

Mengenal Teknologi HFC (Hybrid Fiber Coaxial)


Mengenal Teknologi HFC

Melanjutkan sesi selanjutnya dari tulisan “Perkembangan Teknologi TV Kabel Terkini” kali ini saya akan coba kupas teknologi HFC (Hybrid Fiber Coaxial) yang banyak dipakai oleh penyedia layanan TV berbayar atau PayTv  diseluruh dunia.

Diambil dari manual handbook Teknik Elektro - STT Telkom berikut penjelasan detailnya dan coba saya sederhanakan penjelasanya agar mudah dipahami. Sebelum menganjak lebih jauh tentang HFC.

Jenis layanan yang bisa dibawa oleh HFC adalah sebagai berikut.


Broadcast analogue services:
        Broadcast TV analog.
        Broadcast audio analog.
Digital broadcast services:
        Digital Video Broadcast (DVB): video, audio, data.
        Near Video on Demand (NVoD)
        Pay per view Service.
        Pay per Channel Service.
Cable Telephony based on Packet Cable
High Speed data Services:
        Fast Internet Access
        Data Over Cable Services
        Community LAN Services
   Interactive Multimedia Services
        Video On Demand.
        Karaoke On Demand.
        Audio On Demand.
        Interactive Games. Dan masih banyak lagi

Pengertian HFC
        Jaringan transmisi broadband yang merupakan gabungan dari sistem transmisi optik sebagai transport dan kabel coaxial sebagai saluran distribusi ke pelanggan.
        Dapat diupgrade sesuai dengan kebutuhan layanan dan penetrasi pelanggan, seperti misalnya jumlah dan macam layanan yang diinginkan pelanggan.
        Menyediakan Integrated services baik broadcast maupun interaktif bagi pelanggan TV Cable.
-   Jenis layanan lebih beragam, berupa;  video, Telepony, internet dan lainnya, untuk pelanggan residential, recreational, private institution, pusat bisnis, dll

Alokasi Spektrum Frekuensi HFC


Kanal Downstream & Upstream
Downstream Upstream
Band frekuensi yang digunakan mengirimkan informasi (TV analog, TV digital, Telepon, Data, VoD) dari Headend ke pelanggan.  Rentang frekuensi yang digunakan oleh sinyal downstream adalah  47/51/71/88 - 862 MHz. Band frekuensi yang digunakan mengirimkan informasi (telepon, data, Network management) dari pelanggan ke Headend.  Normalnya pada rentang  5 - 42 MHz untuk sistem US dan rentang 5 - 65 MHz untuk sistem Eropa.

Kapasitas Informasi  
        Kanal televisi standar mempunyai spektrum RF 6 MHz.
        Sistem kabel tradisional dengan bandwidth down-stream 400 MHz  ( 50 - 450 MHz) bisa menyalurkan 60 kanal TV analog
        Untuk sistem HFC dengan bandwidth downstream 700 MHz  (50 - 750 MHz) bisa menyalurkan 110 kanal TV analog.
        Satu kanal TV downstream  bisa digunakan untuk data kecepatan 27 Mbps dengan modulasi 64QAM dan bisa ditingkatkan sampai kecepatan 36 Mbps dengan modulasi 128QAM.
*   Kanal upstream bisa mengirim data  500 kbps - 10 Mbps dari pelanggan-pelanggan menggunakan modulasi 16QAM atau QPSK (bergantung pada besar spektrum yang dialokasikan untuk layanan)

Jaringan HFC
        Jaringan HFC dikembangkan dari sistem distribusi kabel coaxial yang digunakan pada industri CATV.
        Transmisi Serat Optik berfungsi sebagai Trunking.
        Kabel coaxial digunakan untuk distribusi ke jaringan pelanggan-pelanggan.
        Jaringan kabel Serat Optik mempunyai bentuk Star atau Ring.
        Jaringan kabel Coaxial mempunyai bentuk Tree/Branch.
        Jaringan HFC dirancang tidak hanya mendistribusikan layanan program TV tetapi juga untuk layanan data, telepon dan multi-media.
        Sinyal yang dikirim dari Headend ke Pelanggan disebut sinyal Downstream, sedangkan sinyal yang dikirim dari Pelanggan ke Headend disebut Upstream (return path).
        Jaringan HFC dikelola dan dikontrol dengan sistem CMTS.

Model Jaringan HFC


Konfigurasi Jaringan HFC




Segmentasi Jaringan HFC

Segmentasi Jaringan HFC
1.      Optical Transport
ü Disebut “Optical Transport Link”.
Mampu melewatkan beban penuh sinyal melalui jarak  48 s/d 65 km tanpa mengalami degradasi yang berarti
ü Biasanya untuk Analog ; tetapi bisa juga untuk Digital.
ü Khususnya untuk hubungan Jarak Jauh.
ü Mengirimkan sinyal dengan kualitas mendekati kualitas Headend diperlukan untuk segmen ini untuk melayani 10.000 pelanggan atau lebih bergantung dari link ini.
2.      Optical Distribution
ü Teknologi Optik Analog dan digital
ü Link dengan jarak pendek, biasanya radius sekitar 3,2 km, sehingga link Hub-ke-Node mempunyai rentang 3,2  s/d 6,5 km.
ü Untuk saat ini, link ini kebanyakan menggunakan laser Amplitudo Modulasi (AM).
ü Penyisipan suplai tegangan (power inserter) untuk Coaxial Amplifier
ü Mengirimkan sinyal Analog RF ke Jaringan Coaxial.
3.      Coaxial Distribution
Arsitektur jaringan coaxial dirancang dengan nama berbeda :
-          Fiber-to-Feeder (FTF)

-          Fiber-to-the-Serving Area (FSA)

-          Optical Serving Area (OSA)

 4. Sistem Distribution

Jaringan coaxial terdiri dari tiga segment:
-          Trunk
     a. Menyalurkan sinyal dari Fiber Node ke Distribusi  Coaxial.
b. Cakupan service area < 600 meter.
c. Struktur jaringan trunk bisa dikembangkan.
d. Mempunyai penguatan (gain) 28 - 31 dB.


-          Bridger
a.       Bridger amplifier berfungsi untuk menguatkan dan mendistribusikan sinyal amplifier trunk ke beberapa jaringan pelanggan.
b.      Biasanya bridger amplifier menyatu dengan  trunk amplifier dalam satu blok amplifier.
c.  Bridger amplifier mempunyai nilai gain maksimum 37 dB.



-          Line Extender
a.       Merupakan amplifier terakhir yang akan mensuplai sinyal ke pelanggan-pelanggan melalui Tap.
b.      Amplifier Line Extender biasanya tipenya sama dengan amplifier Bridger mempunyai nilai output level yang besar (Gain maksimum 35 dB).


-   Jaringan Drop pelanggan
Menghubungkan terminal pelanggan dengan sistem feeder dan terbagi atas dua bagian :
o   Outside wiring
o   Inside wiring


Element Jaringan HFC
1)     Head End
Berfungsi
mengumpulkan dan mengolah informasi (broadcast kanal TV, telepon, data, VOD) dari bermacam-macam sumber (satelit, microwave, studio, sinyal off air) untuk didistribusikan ke pelanggan-pelanggan melalui jaringan. Headend merupakan pusat operasi dan administrasi jaringan HFC.
Terdapat 3 fungsi utama Headend :
        Pusat Pengendalian
        Reception (dari berbagai sumber)
        Conditioning (Modulasi, Converter, dll)
        Combining (multiplex).




Komponen Utama Headend

        Antena parabola dan LNBC
        Divider / Splitter
        Satellite Receiver
        Modulator

        Combiner
        Cable Router
        Cable Telephony
        Optoelectronic
Perangkat Optoelectronic terdiri dari :
-             Forward  Path Transmitter
-            Return Path Receiver
-            Remote Monitoring
2)     Distribution Hub
-          Distribution Hub mempunyai fungsi mendistribusikan signal ke beberapa lokasi dengan media fiber optik.
-          Untuk jaringan HFC yang kecil cukup menggunakan satu atau dua distribution Hub.
-          Sedangkan untuk jaringan HFC yang cukup besar, Distribution Hub terbagi atas Main Hub (MH) dan Sub Hub (SH).
-          Di dalam DH signal yang datang dikuatkan dan dipecah (splitted) dengan level yang disyaratkan oleh ODN.
-          Di dalam DH terdapat Penerima optik, Electrical splitter, Driver Amplifier, dan Optical amplifier.


-          Variasi  jarak distribution Hub adalah sbb :
3)     Fiber Node
-          Merupakan interface antara saluran optik dengan coaxial.
-          Terdiri Optical Transceiver (Optical/electrical converter) dan coaxial amplifier.
-          Dipasang outdoor atau indoor.
-          Interface antara FN-DH menggunakan 1 atau 2 fiber tergantung dari jenis service yang diberikan dan mekanisme supervisi yang digunakan.
-          Koneksi antara fiber dengan DH Interface menggunakan optical connector FC-APC connector.

Komponen utama Node
1.   Optoelectronic
      -   Transmitter
      -   Receiver
      -   Penguat RF
2.   Power Inserter
4)     Jaringan Coaxial
5)     Jaringan Drop Pelanggan