Selasa, 31 Maret 2009

Selasa, Maret 31, 2009

AL-HABIB MUNZIR AL-MUSAWA
Allahumma Sholi ‘Ala Sayidina Muhammad …Wa Ala Aali Wa Sohbih
=========================================================

Imam Malik bin Annas (Guru Imam Syafi’i):
Ketika akan menyampaikan hadist nabi beliau bersiwak dulu, pakai minyak wangi dan baru nerkata : “Qola Rasulullah saw…”
Ketika ada orang yang bertanya tentang hadist di luar (pasar) maka Imam berkata: “datanglah kerumahku maka ku jawab”
Wafatnya beliau ketika ada seorang muridnya: “ceritakan keindahan rasul saw”/maka sang Imam berdiri, menengis dan berucap (sangat rindu kepada beliau saw.) maka sang Imam pun wafat dalam keadaan rindu kepada rasul saw.
Seindah-indahnya memandang adalah memandang wajah Nabi saw.
[sahihain] Allahuma ini asaluka anta wajhu ilaika binabiyaka mahammad nabiyur rohmah Ya muhammad inni tawajahtu ilaika robbi antasbihi hajatina hadhirwudu dan solah 2 rokaat lalu bacac doa ini. doa ini diajarkan oleh nabi kepada seorang sahabat buta, ketika membaca ini ia sembuh.
Para sahabat pernah bertanya macam-macam ya rasul saw. tahukan engkau nama bapakku?..rasul menjawab: “fulan..” dan sehabat lain bertanya hal yang sama sampai rasul saw. menjawab: “ayo siapa lagi yang bertanya, aku jawab” (rasul saw. kecewa terhadap mereka, karena merasa ragu pada nabi saw.)
Yang paling dekat denganku di yaumil kiamah adalah orang yang paling banyak bersholawat padaku
Orang paling bahagia dari orang yang menerima syafa’t di hari kiamat adalah yang mengucap laila haillallah dari sanubari bukan dari bibir belaka
Tanda hari kiamat:
1. Diangkatnya ilmu [wafatnya ulama]
2. Kebodohan bercokol pada masyarakat [jangan diam pada kebodohan]
3. Khamer diminum bebas [khamer diminum dgn alasan-alasan]
4. Dan perbuatan zina jadi hal yang biasa
Sunnah qosidah di masjid. Ketika pembangunan masjid Nabawi sahabat merasa letih lalu Nabi saw. bersenandung “tidak ada kehidupan yang paling utama kecuali akhirat, ampunilah kaum ansho dan muhajirin”[Bukhari]
Akhir zaman akan datang sunah di bilanng bid’ah dan sebaliknya
Pernah ada rombongan orang dari habsyah bermain tombak di dalam masjid, Umar ra. Marah akan hal ini, akan tetapi nabi saw. malah ikut bermain sejenak lalu menasehatinya.
Pembangunan masjid yang ada makamnya [yang tidak boleh adalah meratakan kuburan orang saleh, lalu dibangun masjid]
IMAM Bukhori
Sebelum usia 16 tahun 600 ribu hadist hafal sekaligus matan dan sanadnya [mendengar dan membaca sekali langsung hafal] yang shohih nya aja lebih dari 200rb hadist.
Sebelum usia 17 tahun menulis kitab Shahih Bukhori. Beliau menulis kitab ini, dalam kitabnya di Raudhah as Syarif [antara mimbar dan makamnya Nabi saw.] bukan dirumahnya, sebelum menulis satu hadis wudhu Beliau dulu lalu sholat 2 rokaat, begitu seterusnya. [mereka menjadikan jari2nya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, bukan untuk riya’]
Imam Muhammad bin Sallam:”ketika saya membaca hadist, saya gemetar ketika ada Imam Bukhori” pernah Imam Bukhori pernah difitnah, alias dicoba 20rb muslimin menyaksikan.
Mereka kumpulkan 100 hadist sanad dan kalimatnya di balik2, pas ditanya hadist pertama sampai ke 100. Beliau berkata “Saya Tidak tau”. Lalu beliau jelaskan, dari siapa yang nanya, hadis yang salah dan jelaskan yang benarnya sampai ke yang 100.
Ketika para muridnya jenuh ketika belajar hadist, maka sang Imam berkata “ketika seorang pedagang bersama pedagang, tapi kita bersama Nabi saw.”
Ketika difitnah… Ia menjawab:”akan datang hal2 yang tidak disukai tapi terjadi [fitnah]maka Beliau teringat sabda Nabi saw.: “Bersabarlah sampai kalian menjumpai aku [nabi] di telaga Khauf” [fasbiru hatta talkauni alal khauf]
Imam muslim 12rb Hadist hafal ketika umur 15 tahun dan hafal 200rb hadist, [kalu kita kumpulkan hadist sampai 200 tahun maka tak cukup waktu untuk melakukannya] Imam syfi’I [2000 hadist kitab muatha’]
Hidupkan lagi sunnah yang ada dulu, tugas kita sekarang, hidupkan semangat Nabawi dalam keseharian kita, Mengidolakan Sang Nabi. Jalankan hal yang fardu dan yang sunnah[hidupkan sunnah yang hampir tak dikenal ummat], maka Allah akan mencintai kita, maka secara otomatis jika Allah menjadikan panca indra kita, maka apabila bermunajat akan diberi, dan dalam kemuliaan dalam semua perbuatannya.
ALASAN ORANG TIDAK BOLEH DZIKKIR DENGAN KERAS
Bolehkah zikir dengan suara keras atau dipimpin oleh seseorang:
1. Takut ganggu orang solat
2. Takut ganggu Orang tidur
3. Takut adanya riya

Ketika Nabi berjalan dan becengkrama bersama para sahabat. Beliau bertanya adakah yang selain muslim di sini? Di jawab tidak. Lalu nabi saw. menyuruh para sahabat masuk dan beliau saw. mengucapkan la ilahaillallah..dan sahabat mengikuti beberapa kali. Lalu nabi saw. berkata, dosa kalian sudah diampuni oleh Allah swt.
Saat paling dekat dengan Allah ketika ia sedang berzikir kepada-Nya
Wasiat nabi Muhammad.
1. Mengunjungi orang yang sakit
2. Mengantarkan jenazah
3. Mendoakan orang bersin
4. Menjalankan sumpah
5. Menolong orang yang di dzolimi

         Ketika itu ada seorang Yahudi yang mengadu ke Nabi saw. karena menamparnya. Maka nabi menjawab mana bawa kesini sahabatku. Maka beliau menyuruh Yahudi itu membalasnya.
6. Menjawab salam

AL-HABIB AL-MUSAWWA --- AHLAQUL NABI
“Allah tidak melihat seseorang yang memanjangkan pakaian melebihi lutut”

--- --- --- --- maksudnya apabila memanjangkan pakaian karena SOMBONGNYA. Karena pada saat itu, abu Bakar ra. Datang pada nabi dan menayakan “banyak di antara bajuku panjang?” maka rasulallah saw. berkata “ itu bukan karena sombong”.

HAUL DAN MANAQIB SITI KHADIJAH AL-KUBRA
Beliau ra. Sebelum menikah dengan Nabi saw sangatlah menjaga diri dan kehormatannya. Umur beliau ketika menikah dengan Rasulullah saw selisih 15 tahun, yaitu ketika Rasulullah saw berumur 25 tahun dan beliau ra berumur 40 tahun. Sebelum menikah dengan Rasulullah saw beliau banyak dilamar oleh pembesar dan orang kaya dari berbagai tempat, tetapi kesemuanya beliau ra menolaknya. Sebelumnya beliau ra telah menikah dua kali.

Di saat itu hiduplah Rasulullah saw muda yang amat amanah dan jujur, Siti Khadijah ra mengirim utusan yang meminta Rasulullah saw membawa dagangannya ke negeri Syam. Untuk mengawasi kegiatan Rasulullah saw beliau ra mengutus budak wanita, Siti Maesaroh.

Ketika dekat dengan rumah rahib dalam perjalanan niaga, maka bertanyalah rahib tersebut kepada Siti Maesaroh “tahukah kamu siapa dia?, itulah nabi”. “Apakah pada matanya terdapat merah – merah?” Maesaroh menjawab “iya benar” .“Itulah tanda nabi akhir zaman” kata rahib tersebut.
Ketika sampai di Syam beliau Rasulullah saw mengelar dagangannya, akan tetapai metoda dagang beliau saw berbeda dengan yang lain. Yakni beliau saw menjelaskan harga asli yang didapat dari majikannya, menceritakan jauhnya perjalanan untuk sampai ke sini, dan beliau saw mempersilahkan pembelinya untuk memberi laba berapa. Dengan perangainya yang baik dan fisik yang baik beliau saw bersih, rapi, tinggi, dan wangi pemuda yang sempurna, dengan demikian banyak dari pembeli yang memberikan laba kepada Rasulullah saw dua kali lipat bahkan lebih. Tak heran stok dagangan untuk satu bulan habis dalam satu minggu, sampai beliau Rasulullah saw menunggu kabilah yang lain selama tiga minggu untuk pulang.

Ketika beliau Rasulullah saw pulang ke Makkah kontak Siti Khodijah ra menayakan keadaan Muhammad saw, bukan yang lainnya. Beliau ra meminta detail perjalanan selama ini dengan Muhammad saw. Lalu dengan detail Siti Maesaroh menceritakan dengan detail yang dialaminya bersama Rasulullah saw.

  1.  ketika aku bersama Muhammad saw mulai berangkat dari Makkah sampai ke Syam beliau saw tidak pernah kepanasan kerena tertutupi oleh awan [ada dua malaikat yang mengiringi beliau saw].
  2. Maesaroh menceritakan yang dialaminya ketika berbincang dengan rahib.
  3. Jarak dari Makkah ke Syam biasanya selama satu bulan, tetapi ketika bersama beliau saw seakan bumi ini terlipat “tayul ardi” sehingga perjalanan begitu cepat.
  4. Setiap onta menginjak sesuatu yang keras semisal batu maka ada tapaknya


Mendengar keajaiban dan keistimewaan Muhammad saw Siti Khodijah mulai menaroh hati pada beliau saw

Selang beberapa waktu beliau ra, mengutus Nafisah binti Umayyah untuk menanyakan hajat Siti Khodijah, perihal rencana perkawinan. Nafisah bertanya kepada Muhammad saw, “berapakah umurmu?” 25 tahun, jawab nabi saw. ”Mengapa belum menikah?”, “aku tidak punya apa-apa untuk bekalnya” jawab beliau saw. Nafisah betanya lagi “kalau ada yang membiayai semuanya apakah engkau mau?”. Dengan siapa dulu kata nabi. Tapi sebentar dulu saya musyawarahkan dulu dengan keluarga, jawab nabi saw dengan penuh wibawa.

Beliau saw langsung bertanya ke Hamzah ra, beliau Hamzah ra malah keheranan dengan hal ini, langsung saja Hamzah ra pergi ke rumah Siti Khodijah untuk memberikan angin segar “Muhammad saw senang kepadamu”. Semanjak itu Siti Khodijah berhias untuk persiapan menyambut Muhammad saw. Pandapat Abu Tholib juga tak luput diminta oleh Muhammad saw. dan kontan saja beliau menyetujuinya.

Ketika itu datanglah Bani Hasyim ke rumah Siti Khodijah, dan langsung disambut dengan gembira dan diterima oleh Waroqoh bin Naufal sebagai perwakilan pihak Siti Khodijah ra. Ketika inilah beliau saw membacakan khutbah nikah dan di jawab oleh Waroqoh bin Naufal “hai para tokoh Quraisy, saksikanlah aku nikahkan Khodijah dengan Muhammad saw dengan emas kawin 400 dinar [laba dari perniagaan kemarin habis untuk ini]”

Di waktu hari pernikahan diadakan walimah sengan menyembelih dua ekor onta. Dan pernikahan ini berlangsung selama 25 tahun tanpa perselisihan dan pertengkaran satu sama lain. Beliau berdua saling memahami dan memaklumi, karena tak ada seseorang pun yang sempurna. Jika ada kesalahan mereka saling memahami.

Ketika umur Nabi Muhammad saw40 tahun, diangkatlah beliau saw sebagai Rosul. Sebelum diangkat manjadi rosul beliau saw sering berkhalwat [mnenyendiri untuk ibadah] di gua Hiro [gunung yang terjal berbatu ], kadang satu sampai dua minggu beliau saw ke sana, bahkan ada yang sampai 40 hari tidak pulang ke rumah. Ketika wahya pertama turun, pada saat itulah terjadi pergulatan batin bagi Rasulullah saw. Di saat kepanikan yang sangat, beliau pulang ke rumah dan meminta Siti Khodijah menyelimutinya ” zammiluuni zammiluuni”. Dan turunlah surah al-Muzammil. Beliau ra sangat setia mendampingi Rasulullah saw hingga akhir hayat.

Sampai lidah nabi saw tak bisa lupa untuk menyebut nama Khodijah. Suatu saat sampai pernah Siti Aisyah ra merasa cemburu akan tindakan ini, dan akhirnya nabi saw berkata “Tidak ada yang bisa menggantikan Khodijah” . Sampai dalam riwayat ketika beliau ra membuat makanan untuk Rasulullah saw, malaikat datang dan berkata “Sebentar lagi Khodijah mau membuatkan makanan untukmu, sampaikanlah salam dari Allah swt, katakanlah Allah sudah menyiapkan untuk dia istana dari permata yang paling indah bagi Khodijah ” . Dan dari semua anak dari Khodijah ra yang paling mirip dengan beliau adalah Fatimah az-Zahro, baik wajah tingkah laku dan perbuatannya.

Meskipun begitu Rasulullah saw sangat mencintai Siti Aisyah ra dan mengankat derajat beliau ra. Ketika di tanya oleh sahabat “Siapakah wanita yang paling kau cintai yaa Rasulullah?” dijawablah Siti Aisyah ra. “Siapakah laki-laki yang paling kau cintai yaa Rasulullah?” dijawablah Abuka, bapakmu Abu Bakar As-sidiq.

0 comments:

Poskan Komentar