Kamis, 01 Oktober 2009

Kiyai Ahmad Syarif (Kang Syarif) Megu


Kiyai Ahmad Syarif Megu

Kiyai Ahmad Syarif Megu adalah orang yang sngat ikhlas dalam berdakwah, kemanapun undangan untuk pengajian mingguan beliau jalani dengan penuh semangat pengabdian kepada Allah. Ini yang masih tertancap dalam sanubari penulis. Beliau adalah pengasuh pesantren al-Idrisyi Megu Cirebon. Beliau tumbuh dan berkembang di lingkungan santri dari kecil, dan tumbuh dewasa dalam naungan nuansa dakwah. Hingga akhirnya sampai sekarang beliau mentotalkan hidupnya di dunia dawah di seantero Cirebon. Tidak jarang beliau diundang untuk mengisi pengajian rutin di pelosok desa, se area Cirebon terutama di daerah Kabupaten Cirebon. Tidak pandang situaasi, panceklik, hujan, panas atau gangguan dhohir lainnya beliau selalu melangkahkan kakinya dalam lautan dakwah. 


Beliau juga sangat dekat dengan masyakat sekitar, dan tidak ketinggalan dengan ‘alim ulama lainnya se Cirebon, beliau sering ziaroh “berkunjung” ke kiyai sepuh lainnya seperti abah Hambali (Bode), al-habib Miqdad (Pesantren al-khairiyyah), Buya Yahya (Pesantren al-bhajah), dan masih banyak lagi. Dan sesungguhnya inilah cirri dari Ahlussunnah Waljamaah, mereka para ulama saling menguatkan satu sama lain baik dalam dakwah Islam, silaturahim, dan pengabdian ke masyarakat semua berjalan selaras seiring, tanpa hujat dan cacian yang di lancarkan “kaum kiri” yang mengatakan dirinya paling benar dalam berislam. 



Banyak yang bisa diambil dari pola “lakuh lampah” beliau. Salah satu yagn dikenang penulis ketika kami berdiskusi masalah kekinian dan salah satunya tentang hakikat cinta sesame mahluk. Beliau pernah berpesan agar jangan pernah jauh dari ulama, ibarat ulama adalah lentera di gelapnya malam / alias wahana kehidupan dunia. Diamapun engakau benada sebisa mungkin engkau dekat dengan ulama. Kalo masalah “wadon” , wanita, ini masalah klasik yang dihadapi pelajar tutur beliau dengan agak tertawa kecil, ketika penulis bertanya ini. Hakikatnya cinta itu murni dari Allah tapi kadang kita salah membawanya, dan bisa terjungkal kedalam hinanya laknat Allah karena ini, tanpa tau hakikatnya maka akan selit menempatkan posisi ini. 



Jadi gini kata beliau, ente harus kuat dengan pendirian agama, ataupun jika interaksi dengan hal ini (dengan wanita) tak bisa dihindari maka kita harus meminimalkan, minimal pertemuan. Sembari kita minta tolong kepada Allah untuk membentengi kita agara tidak jauh melangkah. Tapi inget “langka arane demenan ning Islam” tak ada kata pacaran dalam islam, tegas beliau. Kalo udah siap lahir batin, yaaa datanglah ke orang tuanya dengan baik.. hee. Kalo belum siap ya perbanyak puasa dan kegiatan dan juga hindari nganggur / melamun. Tandas beliau dengan santai memaparkan makna cinta. Hati penulis tentram mendengar petuah ini.



Ceramah Kyai Ahmad Syarif Megu
Di Musholla Nur Karomah Pasalakan
===============================================
1.  Cinta kepada Nabi Muhammad saw adalah pangkal dari manfaatnya ilmu dan semua perkara, tanpa cinta kepada Beliau Nabi Muhammad saw, maka amalannya bisa kosong atau bisa karena dorongan hawa nafsu.
2.  Bagaimana menyikapi perbedaan dalam berhujjah atau dikenal dengan firqoh pemikiran tentang Islam? {ditanya oleh Baihaqi}

>>>> sebenarnya awal pembenarannya adalah masalah aqidahnya sesuai dan benar belum, secaara singkatnya mari kita renungkan makna dari tahiyyat akhir dari sholat di sini disebutkan empat elemen yang saling terkait satu sama lain, yaitu:

1.      Attahiyatul mubarokhatus sholawatut thoyibaatulillah {segala penghormatan, keberkahan, rahmah, dan kebaikan adalah milik Allah}
>> ini artinya awal mula berislam adalah iman bahwa semua kebaikan yang ada di alam semesta adalah milik Allah yang perlu kita syukuri, dan beribadah semata kepada-Nya

2.     Assalamu’alaika ayyunan nabiyyu warahmatullahi wabarokhatuh {keselamatan bagimu Nabi saw dan rahmah dari Allah dan keberkahan}
>> ini artinya setelah Allah pangkal dari segala kegiatan kita, selanjutnya adalah Nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah illahiyah kepada kita. Tanpa beliau risalah tersebut tak pernah ada, beliau laksana lentera di tengan kegelaman malam dan cahaya kebenaran yang menyinari alam semesta dengan indahnya syariat Allah dan indahnya ahlak beliau Nabi Muhammad saw. Apabila kita menemui firqoh yang tidak meyakini poin ini maka jelaslah firqoh itu menyimpang.

3.   Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahi sholihin {salam keselamatan bagi semua orang hamba Allah yang sholeh}

>>> setelah poin kedua tadi selanjutnya adalah tersambunya hubungan atau mata rantai Islamiyyah yaitu para orang sholeh, yaitu sahabat, tabi’in, tabi’t wat tabi’in, ulama, para wali Allah dan para orang sholeh lainnya. Berkat jasa merekalah kita bisa menerima cahaya ilmu yang dibawakan Nabi Muhammad saw. tanpa jasa mereka para orang sholeh mungkin hidup kita atau pemahaman kita tentang Islam minim adanya. Dalam pengamalan agama dibutuhkan tali atau jembatan penghubung antara ilmu dan pencari ilmu yaitu mereka orang sholeh. Karena secara langsung ini disabdakan Nabi Muhammad saw: “al ulama warosatul anbiya” {ulama adalah pewaris para nabi}
>> sudah tak slah lagi jika ada firqoh atau pemikiran yang mengabaikan jasa Beliau para orang sholeh sudah dapat dipastikan mereka itu menyimpang dari kaidah yang ada.

4.     Ashadualla illahailallah wa ashaduanna muhammadarrosulullah {aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad saw adalah rasulullah}

>>> keseluruh poin di atas maka perlu pengunci dan penguat agar terfokuskan pada syahadattain, tanpa pion ini maka kaburlah semua makna yang ada. Inilah pondasi yang paling awal dalam sistematika Islam yaitu syahadat.

KUTAMAAN BULAN SYA’BAN
Ada riwayat menyebutkan bahwa: ”suatu ketika al-masih {yang suka mengembara} Nabi ‘Isa as. mengembara di suatu tempat yaitu disana ada batu besar berkilauan laksana batu Zamrud atau permata, beliau takjub dengan ini kepada Allah, lalu Nabi Isa berkata adakah yang lebih dari ini yaa Allah?, maka Allah berkata “ada yang lebih dari ini, lihatlah”. Maka muncul terbelah dari dalam batu itu sebuah istana komplit dan di dalamnya ada seorang kakek tua yang sedang ibadah, ditanya oleh nabi Isa dari mana kau dapatkan ini, dan sudah berapa lama engkau beribadah, kakek itu menjawab ini rizki dari Allah dan aku beribadah lebih dari 400 tahun, beliau takjub dengan ini kepada Allah.

Lalu Nabi Isa berkata adakah yang lebih dari ini yaa Allah? maka Allah berkata “ada yang lebih dari ini , yaitu ada seseorang dari ummat Nabi Muhammad saw, ketika menemui satu malam yamg dinamakan Nisfu Sya’ban”. Maka nabi Isa lebih takjub lagi, dan berdoa pada Allah swt, “yaa Allah jadikanlah aku ummat nabi Muhammad saw”. dan doa itu pun terkabul oleh Allah.

Imam zainal Abidin putra sayidina Hasan ra. Saking khusu’nya merenungi akhirat; sewaktu rumahnya terbakar beliau malah sujud dan tak sadar ketika ada seseorang yang mencoba menyelamtkan beliau. Ketika api sudah reda beliau ditanya oleh orang yang menyelamatkan tadi, mengapakah engkau tidak menyelamatkan diri. Dijawab oleh beliau, aku sangat takut waktu itu dengan membayangkan siksa Neraka dengan api yang menyala. Jadi kurasakan panas di sisiku itu tiada arti sama sekali.

FENOMENA HUJAN DAN IKTIBARNYA ~ BANJIR
Banjir merupakan iktibar yang bias kita ambil dari fenomena Padang Ma’syar. Pada saat itu, saat dimana amal baik dan buruk sangat menentukan. Diriwayatkann sampai ada orang yang tenggelam oleh keringatnya sendiri sampai bahu, lutut, tumit bahkan sampai tenggelam penuh dan tak bisa berkutik sama sekali. Hal ini disebabkan ketakutan individu tentang dosa yang diperbuat. Harusnya kita bisa mngambil pelajaran dari banjir di dunia ini, dan kita minta perlindungan Allah swt agar di jauhkan dari banjir keringat kelak di padang ma’syar.

BENIH YANG TUMBUH KETIKA HUJAN
Benih yang tumbuh ketika hujan seharusnya mengingatkan dan member iktibar kepada kita bahwasannya kita juga bakal dibangkitkan oleh Allah layaknya benih yang tumbuh ketika hujan. Tidak ada yang sulit bagi Allah. Ketika itu di riwayatkan bahwa manusia dibangkitkan layaknya biji bijian. Dan perlu diingat manusia dibangkitkan sesuai dengan amalan dan amal sholeh masing-masing. Adakalanya manusia dibangkitkan dengan wajah yang berseri-seri layaknya rembulan, namun di lain hal ada yang dibangkitkan layaknya manusia berwajah setan, hitam dan legam tiada kita. Mari kita tingkatkan amaliah kita dan berharap ridho Allah agar amalan kita yangsedikit itu bisa menjadikan manzilah kita menggapai nikmat Surga. Meskipun pada hakikatnya kita masuk surga dan Neraka adalah hak prerogative Allah.

Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, kurang lebihnya dikisahkan sebagai berikut. Pada zaman itu hiduplah seorang pemuda yang begitu bengis, kerena kebengisannya itu sampai-sampai dia membunuh 99 orang. Pada suatu hari, hidayah Allah datang, pemuda itu pun berniat untuk bertobat. Singkat cerita di dalam perjalanan umtuk menjalani pertobatan pemuda itu pun meninggal dunia karena kehabisan bekal karena jauhnya pejalanan. Setelah wafatnya pemuda itu, malaikat munkar dan nakir saling berebut untuk mencatat golongan apa pemuda itu. Mati dalam keadaan baik ataupun buruk. Namun Allah menetapkan pemuda itu wafat bi khusnul khotimah. Ada lagi seorang yang dari kecil sholeh sampai ia tua, namun di akhir hayatnya orang itu mellakukan amaliah syetan, dan singkat cerita orang itu mati dalm keadaan kafir.

SEKITAR JERITAN AHLI KUBUR
Mungkin bagi kita yang selalu update informasi, kisah ini seharusnya bisa menjadikan hati kita bertambah yakin akan semua janji Allah, yaitu tentang Jeritan Ahli kubur. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2004 di daerah penelitian geologi. Tepatnya di daerah Rusia, di sebuah galian bumi yang sangat dalam dan begitu lebar. Karena peralatan yang digunakan sangat canggih. Tanpa disengaja microphone ultrasonic menangkap kebisingan yang amat sangat. Setelah di teliti itu merupakan jeritan sekumpulan orang, dengan jeritan yang sangat memilukan hati bagi yang mendengar. Itulah jeritan ahli kubur yang mendapatkan siksa dari Allah swt.

Mungkin ketika kita didengarkan oleh Allah jeritan tersebut pingsanlah kita, demi Allah jeritan itu sangat menyayat hati. Sampai-sampai dikisahkan para penggali itu depresi berat, hampir gila. Dan dengan terpaksa mereka semua dicuci otaknya demi menghindari dari kegilaan akibat tragedy tersebut. Ada satu lagi iktibar yang bisa diambil, diceritakan yang lebih dominan dalam jeritan tersebut adalah kaum wanita. Mengapa demikian, rasulullah saw telah menjelaskan dalam hadist belliau.

MIMPI MELIHAT NABI MUHAMMAD SAW.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa: Man ahsoha dakholal jannah
Artinya: “Barang siapa yang melihatkku dalam mimpi, masuk surga”

Dari penjelasan hadist di atas sudah dijelaskan dengan tegas bagi orang yang melihat Rasulullah saw dalam mimpi maka orang yang bersangkutan masuk surga. Sudah menjadi barang yang pasti dan tidak bisa ditawar lagi, siapa yang berhak mendapatkan pemberian dari Allah ini, adalah orang yang senantiasa mejalankan perintah Allah dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad saw. Namun yang menjadi pertanyaan apakah kita bisa mencapainya dengan dosa yang menjadi kebiasaan ini?. Hanya Allah yang tau.

Adapun kemuliaan yang didapat setelah mimpi itu adalah terbukanya pemikiran dan pemahaman tentang Islam. Dan masih bayak lagi. Dan tanpa ragu bila mimpi ini terjadi itu adalah mimpi asli. Hal ini disebutkan dari riwayat lain bahwa setan tidak bisa menyerupai wajah Nabi saw.

Ada resep dari Nabi saw yaitu takholaqu bi ahlaqillah. Artinya “Berahlqlah dengan ahlaqnya Allah”. Bisa diterjemahkan secara bebas bahwa sudah seharusnya meniru nama-nama yang mulia dari Allah (Asmaul Husna). Meskipun pada hakikatnya Laisa Kamistlihi Syaiun. Tidak ada yang bisa menyamai Allah dalam segala hal. Namun setidaknya ketika Allah mempunyai sifat pemaaf kitapun harus bisa menirunya, dan seterusnya. Karena demi Allah ridho Allah dan Rasul-Nya lebih utama dari dunia seluruhnya.

YAA ‘ALIY (Yang Maha Tinggi )
Asma’ Allah yang satu ini bermakna bahwa tiada sesuatupun di alam semesta ini yang derajatnya lebih tinggi dari Allah al-‘Aliy, baik itudalam dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Namun hal ini kadangkala kontradiktif dengan amaliah kita sehari-hari. Manusia kadang lebih memprioritaskan pekerjaan daripada ibadah. Banyak intitusi yang malah menenggungkan rapat daripada sholat. Lebih mementingkan birokrat daripada zakat, bahkan menghabiskan uang untuk berjudi namun bukan untuk naik haji. Sungguh ironis dan sangat menyedihkan. Sesunggunya dengan berpegang dengan al-‘Aliy muslim bisa menjadi pemimpin dunia, penagatur dan lain sebagainya. Karena back end kita adalah Allah al-‘Aliy, yang maha tinggi. Dan tentunya itu semua bisa manusia capai ketika dekat dengan Allah. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Totalitas bukan mengandallkan kuantitas.

Dari kesemua penjelasan di atas dapar kita simpulkan bahwa: Sudah selayaknya kita meminta agar hati kita selalu terjaga dan senantiasa takut akan siska yang di janjikan Allah.


Berikut Ceramah Beliau:



http://www.4shared.com/file/H_mCodTI/kang_syarif_-_memahami_ahlak_r.html?

Irfan Irawan
Irfan Irawan

I have graduated from NIIT-Telkom Center then continuing with Degree of Telkom Polytechnic Bandung, while working i've graduated from ISTN Jakarta. I Like of writing, researching something new and also documenting knowledge i've learned during work on multinational company. Absolutely, all of this must be shared to another ~the life means to reach the high end~ This is the meaning of my Moslem name "Irfan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar