Selasa, 28 September 2010

Selasa, September 28, 2010


Habib Munzir: Ilmu tentang Puasa Syawal

1. pendapat mu’tamad bahwa sah puasa sunnah walaupun sebelum mengqadha puasa wajib,
dan seyogyanya ia mendahulukan mengqadha puasa yg wajib dari melaksanakan puasa yg sunnah,
namun yg terbaik adalah mengqadha puasa ramadhan dibarengkan dg puasa 6 syawal
(Syar Baijuri Bab Shiyam hal 448)

2. puasa syawal boleh terputus putus tanpa harus berurutan, juga boleh di awal, atau ditengah atau di akhir, atau diwaktu mana saja asalkan masih di bulan syawal, (selain 1 syawal tentunya).
dan puasa syawal bisa dipadu niatnya dg puasa Qadha. saran saya anda menyatukannya, niat puasa qadha dan syawal, hal itu diperbolehkan dalam madzhab syafii.
3. Mengenai puasa syawal boleh berurutan dan boleh dipisah pisah. (Sunan Imam tirmidzi hadits no.759)
4. mengenai puasa syawal, adalah 6 hari, sebagaimana sabda Rasul saw : “Barangsiapa yg berpuasa ramadhan dan mengikutinya dg 6 hari puasa di bulan syawal, maka seakan puasa sepanjang tahun (Shahih Muslim hadits no.1164).
mengenai waktunya, boleh di awal, boleh ditengah, atau diakhir, namun Ulama ulama dan guru guru kita melakukannya mulai di hari 2 syawal (hari lebaran kedua).

0 comments:

Poskan Komentar