Selasa, 12 Juli 2011

Arjuna dan Srikandi



Semua orang bakal kenal dengan kedua nama di atas, yang pastinya terbayangkan sosok arjuna yang gagah, ganteng, baik hati dan sebagainya, begitu juga kalo membayangkan sosok Srikandi, pasti yang tersirat sosok cantik, lembut, nurut dan sebagainya.

Ini sebenarnya bukan hanya cerita pewayangan kosong belaka tanpa makna, itulah pintar nya Ulama zaman dahulu menyulap seni menjadi media dakwah yang secara ga langsung memberi contoh bagaimana menjalani kehidupan. Pas pulang ke Cirebon  10 Juli lalu, saya hadir di majelis mingguan, yang temanya membahas tentang rumah tangga.


Di sinilah awalnya saya bingung kok yang ditampilkan malah tokoh wayang, Kyai Syarif menjelaskan, Sebenarnya di dalam kedua nama tadi mempunyai makna (Bahasa Arab). Pertama, Arjuna berarti "'Urjuna = Harapan kami", disinilah seorang lelaki / calon / suami seharusnya bisa menjadi sebuah harapan. Harapan perubahan,m harapan di segala sendi kehidupan, yang bisa membimbing diri nya, istri nya, dan keluarganya menjadi pribadi yang paripurna, di mata Allah dan rasul Nya. Kedua, Srikandi berarti "Sirruka 'andi = yang menjaga / rahasia", sepantasnya seorang wanita, istri, adalah ibarat baju bagi suaminya, dimana ia mempunyai peran yang sentral di kehidupan rumah tangga nya. Bisa dibayangkan jika seorang istri tidak bisa menjaga diri nya, harta suaminya, atau menjaga anak nya. apa yang bakalan terjadi,? pertengkaran, cekcok, salah paham, pasti menjadi makanan sehari hari.

Subhanallah, ternyata tontonan zaman dulu memang mempunyai makna, saya malah sempat dengar di tempatku di Pesantren sepuh di Cirebon, Kyai nya (Musyid) nya adalah dalang wayang. Karena dulu memang sarana dakwahnya bisa dibawa ke sana. semua tokoh wayang ada maknanya, baik itu Simbol Gunung, Petruk, Gareng, semaunya ada makna dakwah nya. Bahkan tembang nya pun di sematkan sholawat, nasihat dari para Ulama dulu yang di sisipkan ke tembangnya, "cuman saya lupa detail penjelasan semuanya". Salah satunya kakek saya, hafal semua babad / sejarah kota Cirebon dan perjuangan orang dahulu untuk kemerdekaan. Nanti akan di lanjut di sesi selanjutnya.

Yang jelas, bisakah kita merepresentasikan dari credit point "Arjuna dan Srikandi" tadi, ..
Silahkan dijawab dengan hati, runungkan dalam pikiran, dan lakukan perubahan.
Irfan Irawan
Irfan Irawan

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar