Seputar Kucing - Habibana Munzir Menjawab - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Minggu, 09 Oktober 2011

Seputar Kucing - Habibana Munzir Menjawab


jihhadd 

 
kucing 

Diriwayatkan dr Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yg menerangkan bhw budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur.

Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untk menaruhnya.

Namun, stlah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memkan sdikit bubur tersbut.

Ketika ia melihat bubur tersebut dimkan kucing, Aisyah lalu membersihkan bgian yg disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing,

(HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yg badan, keringat, bekas dr sisa makanannya suci.

Mhon penjelasanya bib, sbb ada yg mengatakan, kucing kotor, krn bersihin ktoranya aja pk lidah, tp berdasarkan haidist diatas, dan penelitian, bhw kucing itu bersih & suci?




Hb. munzir 

 
Re:kucing 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Kucing bersih dan hal itu diakui oleh syariah, namun jika kita melihat ia makan bangkai dan atau najis maka jangan didekati, jika ia menghilang sekejap, ulama mengatakan walau ia, menyelinap kebalik pohon dan muncul, sudah tidak sirna tuduhan najisnya, karena air liurnya mempunmyai zat yg membersihkan najisnya

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar