Lebih Jauh Mengenal OSI Layer vs TCP/IP - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Selasa, 15 Mei 2012

Lebih Jauh Mengenal OSI Layer vs TCP/IP

Protokol Network
Aturan-aturan dan perjanjian yang mengatur pertukaran informasi antar komputer melalui suatu medium jaringan
mendefinisikan Syntax : susunan, format, dan pola bit serta bytes dan Semantics : Kendali sistem dan konteks informasi (pengertian pola bit dan bytes)


Suatu sistem komunikasi data yang kompleks tidak menggunakan satu protokol
Menggunakan sekelompok protokol (protocol suite /protocol familiy)


Mengapa perlu protocol suite?
- Menangani beragam masalah yang timbul ketika mesin berkomunikasi melalui suatu jaringan data
- Hardware failure
- Network congestion
- Packet delay or loss
- Data corruption
- Data duplication or inverted arrivals


Open System Interconnection (OSI) Reference Model
Dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 1984
Model referensi OSI adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, masing-masing layer mempunyai fungsi tertentu
Setiap layer adalah self-contained >> fungsi yang diberikan ke setiap layer dapat diimplementasikan secara independent >> Updating fungsi suatu layer tidak akan mempengaruhi layer yang lain
OSI memungkinkan interkoneksi komputer multivendors






Physical Layer
Mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik
Prosedural : pengkodean bit untuk transmisi, full-duplex atau half-duplex, prosedur untuk memulai dan menghentikan transmisi
Mendeteksi dan melaporkan status saluran dan error (misal : adanya collision)
Karakteristik elektris : level tegangan, timing, redaman yang diperbolehkan
Karakteristik mekanik : ukuran dan bentuk konektor, jumlah pin, tipe kabel dan spesifikasinya
Contoh : RS232C


Data Link
Mengatur komunikasi antara mesin “lokal” (mesin-mesin yang berada di dalam satu jaringan yang sama) 
Pada proses pengiriman, layer ini menerima data dari network layer dan merubahnya menjadi aliran bit untuk ditransmisikan oleh layer fisik
Pada proses penerimaan, layer ini merubah aliran bit dari layer fisik menjadi frame data link (data framing)


Fungsi-fungsi yang dilakukan data link layer:
Medium access control (MAC)
Mengendalikan akses ke medium komunikasi


Logical Link Control (LLC): 
Fungsi yang diperlukan untuk membentuk dan mengendalikan link lojik antara dua mesin lokal
Menyediakan aliran data yang bebas kesalahan bagi network layer (error detection and handling)
Mendeteksi/mengoreksi kesalahan akibat transmisi pada layer fisik
Menambahkan kode untuk sinkronisasi dan deteksi kesalahan (contoh: CRC)
Menyediakan mekanisme untuk menangani kehilangan (lost), kerusakan, atau duplikasi frame (contoh: retransmisi lost frame)
Addressing : memberi label lokasi tujuan
Physical addresing (label dicangkokkan pada kartu jaringan di pabrik)


Data unit: frame
Contoh protokol layer 2 : IEEE802.3, IEEE802.11 dsb.


Network Layer
Fungsi 
Merutekan paket
Mengendalikan kongesti
Melaksanakan internetworking
Menyediakan fungsional dan prosedural untuk mentransfer informasi dari sumber ke tujuan yang melalui beberapa jaringan
Batas antar jaringan adalah suatu router
Layer ini menyediakan fungsi:
Routing (pencarian jalur menuju tujuan)
Melakukan segmentation/desegmentation kalau perlu
Melaporkan kegagalan pengiriman informasi (contoh ICMP)
Logical addressing (contoh : IP address)
Data unit: paket


Contoh: Open Shortest Path First (OSPF), Routing Information Protocol (RIP), dsb.


Transport Layer 
Menerapkan layanan transport data andal yang transparan terhadap upper layers 
flow control, multiplexing, manajemen virtual circuit, serta error checking & error recovery End-to-end


Contoh : Transmission Control Protocol (TCP), Name Binding Protocol (NBP), OSI transport protocol


Session Layer 
Membentuk, me-manage, dan memutuskan session komunikasi antara entitas presentation layer
Session komunikasi terdiri atas permintaan layanan (service request) dan tanggapan layanan (service response) yang terjadi antara aplikasi yang berlokasi pada device jaringan yang berbeda 
Contoh : CCITT X.225 


Presentation Layer
Menyediakan fungsi pengkodean dan konversi untuk data dari application layer
Menjamin data yang berasal dari application layer  suatu sistem dapat dibaca oleh application layer  di sistem yang lain
Contoh : 
Format representasi data: EBDIC, ASCII
Skema kompresi : QuicTime, MPEG
Enkripsi


Application Layer
Layer OSI yang paling dekat dengan end user
Berinteraksi dengan aplikasi perangkat lunak yang menerapkan suatu komponen untuk berkomunikasi


Fungsi :
Menentukan partner komunikasi
Menentukan ketersediaan resource
Sinkronisasi komunikasi


Contoh : 
Telnet, FTP, SMTP (TCP/IP suit)
OSI Common Management Information Protocol (CMIP)


Internet (TCP/IP) protocol stack
Application: mendukung aplikasi jaringan
ftp, smtp, http


Transport: transfer data antar aplikasi
tcp, udp


Network: merutekan datagrams dari sumber ke tujuan
ip, routing protocols


Link: transfer data antar elemen jaringan
ppp, ethernet


Physical: pengiriman bit-bit pada medium transmisi





2 komentar:

  1. Mantabs mas brooo.. Penulisan artikelnya tersusun dengan rapi dan isinya juga mantabs.. semoga berkah ilmunya. Amin

    BalasHapus
  2. Yups, sama2 broo, Sekedar inget2 ajah, pelajaran barusan minggu kemarin, syukur kalo bermanfaat :) Berkah juga ilmu nya ente broo, aamiin ...

    BalasHapus