Perbedaan Sistem Komunikasi Serat Optik Dengan Sistem Komunikasi Lainnya - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Jumat, 04 Mei 2012

Perbedaan Sistem Komunikasi Serat Optik Dengan Sistem Komunikasi Lainnya

Media
Jarak Maksimum / Segmen
Kecepatan
Harga
Keuntungan
Kerugian
UTP
100 M
10 Mbps sampai 1000 Mbps
Biaya murah
-          Mudah melakukan instalasi
-          Rentan terhadap gangguan, serta hanya mencakup jarak maksimum 300 m
STP
100 M
10 Mbps sampai 100 Mbps
Lebih mahal dari jenis UTP
-          Mengurangi crosstalk, lebih tahan terhadap EMI daripada thinnet atau UTP
-          Sulit untuk memasangnya daripada UTP dan daya transmit terbatas
Coaxial


500 m (Thicknet)
185 m (Thinnet)
10 Mbps sampai 100 Mbps
Relatif murah, tetapi lebih mahal dibandingkan UTP
-          Kurang rentan terhadap interferensi EMI daripada jenis media tembaga lainnya
-           
-          Sulit untuk bekerja dengan (thicknet); bandwidth terbatas, aplikasi yang terbatas (thinnet);   kerusakan kabel dapat mengganggu  seluruh jaringan
Fiber Optic







10 km (single-mode)
2 km  (multimode)






100 Mbps sampai 100 Gbps (single mode)
100 Mbps sampai 9.92 Gbps (multimode)





Mahal di awal instalasi dan pembangunan infrastruktur







-          Tidak dapat disadap sehingga keamanan lebih baik, dapat menjangkau jarak yang jauh, tidak rentan terhadap EMI ; memiliki tingkat transfer datayang lebih tinggi dari kabel koaksial dan twisted-pair
-          Tahan terhadap suhu dan cuaca, maka data yang dikirim lebih aman


-          Sulit untuk melakukan instalasi
-          Biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini



Optic Bawah Laut








Bisa lebih dari 10 Km









Kecepatan Gpps









Lebih mahal dari FO biasa









-     Lebih tahan terhadap tekanan luar
-    Penggelaran kabel laut dilakukan oleh kapal kabel (Cableship) yang dirancang khusus untuk menggelar kabel laut,
-    Cableship memiliki keistimewaan, karena tidak dapat menggelar pada lokasi air dangkal, sehingga untuk area air dangkal (Shore End) biasanya menggunakan Barge Cable, yang mampu sampai pada ke dalam air 1 meter.
-          Perlu banyak repeater dengan sekala yang lebih besar
-          Infrasturktur lebih mahal apalagi penggelaran menggunakan kapal kabel (Cable Ship) membutuhkan pembiayaann yang mahal dan antri (kapal terbatas)





















Satelit













-    - LEO (Low Earth Orbit) pada ketinggian 500 km sampai dengan 2.000 km.
-    MEO (Medium Earth Orbit) pada ketinggian 5.000 km sampai dengan 20.000 km
-    GEO (Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 35.786 km.











256 Kbps - 100 Mbps























Mahal di awal instalasi















-    Tidak perlu LOS (Line of Sigth) dan tidak ada masalah dengan jarak dan koneksi dapat dilakukan dimana saja
-    Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi





-          Rentan terhadap pengaruh atmosfer, sehingga ada kemungkinan data hilang.
-          Up Front Cost tinggi. Sangat mahal, karena membutuhkan antena uplink dan downlink serta biaya mengorbitkan satelit
-          Butuh perawatan ekstra karena banyak komponen
-          Keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.



Radio






Tergantung alat yang digunakan mulai dari 5 Km sampai 100 Km



256 Kbps - 100 Mbps






Lebih mahal di instalasi awal, relative murah dalam perawatan





-          Murah, karena jumlah alat yang dibutuhkan tergantung jarak dan LOS (Line Of Sight).
-          Akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil.
-          Butuh perawatan ekstra karena banyak perangkat
-          Karena digunakan untuk komunikasi jarak jauh, tergantung LOS dan kemampuan perangkat wireless dalam memancarkan gelombang
-          Rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar