Jumat, 20 Juli 2012

Wasiat Nabi Muhammad S.A.W. kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib


Wasiat Nabi Muhammad S.A.W. kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda : ” Sebaik-baiknya manusia disisi Allah S.W.T. adalah yang paling memberi manfaat di antara mereka kepada manusia, dan orang yang paling buruk di sisi Allah S.W.T. orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya. Dan sebaik-baik manusia itu orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya “.
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :
Wahai Ali, orang yang celaka itu ada tiga tanda :
  • Memakan makanan yang haram
  • Menjauhi orang ‘alim
  • Shalatnya untuk sendiri
Wahai Ali, orang yang berbuat dosa itu ada tiga tanda :
  • Suka membuat kerusakan ( suka mengacau )
  • Menyusahkan hamba-hamba Allah
  • Menjauhi petunjuk.
Wahai Ali, orang zholim itu ada tiga tanda :
  • Dia tidak memperdulikan sesuatu yang dia makan
  • Mengerasi orang yang berhutang kepadanya
  • Bertindak keras kepada orang berhutang apabila dia mendapatkannya .
Wahai Ali, orang munafik itu ada tiga tanda :
  • Jika berkata dia dusta
  • Apabila janji dia menyalahi janjinya
  • Apabila di amanatkan dia berkhianat. Dan tidak berguna kepadanya nasehat .
Wahai Ali, bagi orang mu’min ada tiga tanda :
  • Bersegera dalam taat kepada Allah
  • Menjauhkan segala yang diharamkan
  • Berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk kepadanya .
Wahai Ali, 
Barangsiapa makan barang yang halal, jernilah agamanya, lembut hatinya dan terbuka do’anya
Barangsiapa makan barang yang subhat, keruh agamanya dan gelap hatinya.
Barangsiapa makan barang yang haram matilah hatinya. menipis agamanya, lemah keyakinannya, Allah tutup do’anya dan akan mengurang ibadahnya.
Wahai Ali,
Senantiasa orang yang beriman itu tambah meningkat dalam agamanya selama ia tidak makan barang yang haram,
Dan Barangsiapa yang menjauhkan diri dari Ulama, maka akan mati hatinya ( padam cahaya hatinya ),
dan akan buta ia terhadap perkara-perkara ibadah kepada Allah S.W.T.
Wahai Ali,
Jauhilah olehmu kemaharan,
karena sesungguhnya kemaharan itu dari Syaithan,
dan dia akan menguasai dirimu ketika engkau dalam keadaan marah itu.
Jauhilah olehmu dari sumpahan orang yang teraniaya,
karena sesungguhnya Allah S.W.T. akan mengabulkan sumpah itu,
sekalipun dia orang kafir, karena kekafiran itu akan tetap pada dirinya.
Wahai Ali,
Jangan engkau banyak bergurau,
karena hal itu akan menghilangkan kewibawaanmu.
Jangan engkau suka berbohong,
karena hal itu akan menghilangkan cahayamu.
Jauhilah olehmu dua sifat, yaitu kejemuan dan kemalasan,
karena jika engkau jemu, engkau tidak akan sabar dalam menegakkan kebenaran yang haq
dan jika engkau malas, maka engkau tidak akan dapat melaksanakan kewajiban kamu yang haq
Wahai Ali, manfaatkanlah empat perkara, sebelum datang empat perkara, yaitu :
  1. Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau menjadi tua
  2. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum engkau jatuh sakit
  3. Manfaatkanlah masa jayamu sebelum engkau miskin
  4. Manfaatkanlah masa hidupmu sebelum engkau datang ajalmu .
Wahai Ali, ada tiga perkara termasuk budi pekerti mulia, dari dunia sampai akhirat, yaitu :
  1. Memaafkan orang yang menzholimimu
  2. Menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya
  3. Menguasai amarah terhadap orang yang berbuat kejahilan padamu .
Wahai Ali, ada tujuh perkara, barangsiapa yang memilikinya maka sesungguhnya dia telah menyempurnakan hakikat keimanannya. Dan Pintu-pintu syurga akan terbuka baginya. Tujuh perkara itu ialah :
  1. Sempurna wudlu’nya
  2. Sempurna shalatnya
  3. Meng-infaqkan zakat hartanya
  4. Pandai mengekang hawa nafsu amarahnya
  5. Pandai menjaga lidahnya
  6. Selalu memohon ampun atas dosa-dosanya
  7. Pandai memberi nasehat dan membimbing ahli keluarganya .
Wahai Ali, empat perkara yang barangsiapa memilikinya, Allah akan sediakan baginya bangunan yang khusus di Syurga, yaitu :
  1. Melindungi anak yatim
  2. Menasehati orang dhaif
  3. Melindungi serta menyayangi kedua orang tua
  4. Lemah lembut kepada pembantu-pembantunya
Irfan Irawan
Irfan Irawan

I have graduated from NIIT-Telkom Center then continuing with Degree of Telkom Polytechnic Bandung, while working i've graduated from ISTN Jakarta. I Like of writing, researching something new and also documenting knowledge i've learned during work on multinational company. Absolutely, all of this must be shared to another ~the life means to reach the high end~ This is the meaning of my Moslem name "Irfan"