Pembiasan Super, Rambatan Ionosferik, Sistem Radio VHF/UHF dan Atenuasi dalam Atmosfer

Pembiasan Super (Super Refraction) disebut juga peristiwa "ducting"
Penyebabnya adalah index bias semakin kecil pada udara yang semakin tinggi



Atenuasi (Redaman) dalam Atmosfir
- Pada f > 106 Hz, hujan menyebabkan redaman yang besar
- Pada f > 306 Hz, hujan kecil, awan, dan kabut menyebabkan redaman yang hebat

Sistem Radio VHF/UHF
  • Perambatannya melalui ragam troposferik
  • Bila semua sistem pemancar dan penerima berada di permukaan bumi, sistem komunikasinya dinamakan sistem komunikasi terrestrial, dan propagasinya dinamkan Line of Sight (LOS) berjarak ~ 60 Km
  • Osilator pemancar harus mempunyai tingkat kestabilan frekuensi yang tinggi yaiut 0,0005%
  • Pada sistem komunikasi terrestrial bila jaraknya lebih besar dari jarak LOS, digunakan 1 atau lebih repeater
  • pada sistem FM terdapat peristiwa "capture effect" yaitu sebuah penerima menagkap 2 pancaran berbeda tetapi menggunakan frekuensi yang sama (f1), maka pemancar dengan sinyal yang kuat akan menekan penerimaan yang berasal dari pemancar yang lebih lemah (yang ditangkap hanya yang berasal dari pemancar yang lebih kuat sinyal nya)
Rambatan Ionosferik
Lapisan ionosfer adalah ruang bagian atas atmosfer bumi, tempat terjadinya peristiwa ionisasi atom-atom gas akibat radiasi ultraviolet dari matahari atau sinar kosmik, dll.
  • Di ionosfer timbul elektron bebas yang pada keadaan tertentu kerapatan elektronya hampir konstan
  • Besarnya kerapatan elektron mengikuti ketinggian, siang malam, maupun perubahan musim
  • Adanya elektrom bebas berarti timbul arus listrik, medan listrik, frekuensi dari gerakan elektron
Menurut klasifikasi Meteorologi, lapisan ini terdiri dari:
  1. Lapisan C dan D
    Ketinggian semu 60 km - 80 km, memantulkan frekuensi rendah dan sangat rendah
  2. Lapisan E
    Ketinggian semu ~ 110 km, frekuensi kritis ~4 MHz, jangkauan lompatan tunggal max ~2350 km
  3. Lapisan F1
    Ketinggian semu ~ 180 km, frekuensi kritis ~ 5 MHz, jangkauan lompatan tunggal max ~3000 km
  4. Lapisan F2
    Ketinggian semu ~ 300 km pada siang hari, ~350 km pada malam hari, frekuensi kritis pada siang hari ~8 MHz, ~6 MHZ pada malam hari. Jangkauan lompatan tunggal siang hari ~3840 MHZ, ~4130 pada malam hari   
Contoh Soal

Share:

0 comments