Mengenal Ulumul Qur'an (Ilmu-ilmu Al-Qur'an) - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Selasa, 14 Januari 2014

Mengenal Ulumul Qur'an (Ilmu-ilmu Al-Qur'an)

Pengertian Kitab
Al-Kitab menurut bahasa berarti tulisan atau yang ditulis, adapun menurut istilah Al-kitab yang dimaksud adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, yaitu al Qur'an.


Pengertian Al-Qur'an
Al-Qur'an menurut bahasa berarti bacaan atau yang dibaca, adapun menurut istilah berarti kalam Allah atau firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dan bernilai ibadah bagi yang membacanya

Nama-nama dalam Al-Qur'an
Allah menamakan Al-Qur'an dalam beberapa nama diantaranya:
- Al-Qur'an
- Al-Kitab
- Al-Furqon (pembeda)
- Az-Zikr (mengingat)
- At-Tanzil (yang diturunkan)
- An-Nuur (cahaya)
- Al-Huda (petunjuk)
- As-Syifa (obat)
- ar-Rahmah (rahmat)
- Mau'izah (nasehat)
- Al-Mubiin (yang menerangkan)
- Al-Mubarok (yang diberkati)
- Busyro (kabar gembira)
- 'Aziz (mulia)
- Al-Majid (yang dihormati)
- Basyiir (pembawa kabar gembira)
- Naziir (pembawa peringatan)

Perbedaan Al-Qur'an dengan Hadist Qudsi
Hadist Qudsi adalah hadist yang oleh Rasulullah disandarkan kepada Allah swt, Rasulullah meriwayatkan bahwa hadist tersebut adalah kalam Allah, Rasul menjadi perawi kalam Allah dengan lafal dari rasulullah sendiri. Bila seorang sahabat miriwayatkan hadist qudsi maka dia meriwayatkan dari Rasulullah yang disandarkan kepada Allah dengan mengatakan, "Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman,...."

Ada beberapa perbedaan antara Al-Quran dan Hadist Qudsi diantaranya:
1) Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat baginya. Orang arab jahiliyah saat itu ditantang untuk surah yang serupa namun tidak mampu. Sedangkan hadist qudsi bukan untuk menantang kaum arab jahiliyah dan bukan juga sebagai mukjizah Rasulullah saw.
2) Al-Qur'an hanya dinisbatkan kepada Allah, sehingga dikatakan "Allah swt berfirman.." Sedangkan hadist qudsu terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah sehingga nisbah hadist qudsi kepada Allah merupakan nisbah yang dibuatkan, misalkan kalimat "Allah berfirman..." Terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah tetapi nisbah nya merupakan nisbah kabar, karena Rasulullah menyampaikan hadist tersebut dari Allah, misalkan kalimat " Rasulullah saw menjelaskan bahwa Allah berfirman.."
3) Seluruh isi Al-Qur'an dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya sudah mutlak. sedangkan Hadist qudsi mayoritas berupa kabar ahad, sehingga kepastianya masih merupakan dugaan. Adakalanya hadist tersebut bernilai sahih, hasan, dan terkadang dhaif (lemah)
4) Al-Qur'an murni dari Allah baik lafal maupun maknanya, maka Al-Qur'an merupakan wahyu baik dalam lafal maupun maknaya. Sedangkan Hadist Qudsi hanya maknanya yang dari Allah sedangkan lafalnya dari Rasulullah saw
5) Allah mewajibkan kaum muslimin untuk membaca ayat Al-Qur'an dalam solat sedangkan hadist qudsi tidak

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar