Intisari Halal Bihalal 3 Syawal 1347 H




Semangat silaturahim, silah artinya menyambung dan rahim adalah kasih, bagaimana caranya semangat akan mengamalkan istiqomah berinteraksi dengan alquran bisa terus mudawamah/berkesinambungan. Sesibuk apapun aktifitas kalian sempatkanlah membaca quran, janganlah sok sibuk dan jauh dari membaca quran, sebisa mungkin lebih baiknya diamalkan selepas solat fardu, walau ayyatan 'meskipun hanya satu ayat'. Syukur-syukur bisa setelah solat satu juz, kalau tidak bisa ya satu lembar, tidak sempat juga ya satu halaman, tidak sempat juga usahakan 10 ayat. Dengan demikian insyallah kehidupan kalian akan dituntun, diarahkan, senantiasa dalam hidayah Allah, senantiasa terbiasa dengan kebaikan yg bernilai ibadah, insyallah keberkahan akan mengiringi.

Sesuai hadist nabi, Nawwiru buyutakum bi qiroatil quran. Artinya: sinarilah rumah-rumah kalian dengan membaca quran, perlu kalian pahami pengertian buyutakum bersifat banyak bukan hanya berarti rumah tempat tinggal secara dzohir, namun ada 4 macam bait (rumah). Pertama, rumah hati sanubari. Sinarilah hati kalian agar selalu terang dan mudah menerima kebaikan, terjauh dari niat busuk maksiat, bergunjing, fitnah, dan sejenisnya. Darimanakah hati bisa disinari? Dawamkanlah qiroatul quran, pahami, amalkan wabil fadhol hafalkan.

Kedua, rumah tempat tinggal kita secara dzohir, perlu juga kalian sinari dengan membaca quran. Rumah yang sering dibacakan quran oleh penghuninya akan senantiasa bersinar layaknya bintang, bintang yg paling terang sinarnya bisa dengan mudah kalian lihat dari arah manapun ketika malam hari cerah, begitu juga permisalan malaikat akan mudah meliat rumah yg bersinar, mereka akan mendoakan penghuninya dan menurunkan rahmat dari Allah swt. Coba saja uji kebenaran kabar ini, sebulan saja rumah tampa dibacakan quran, rumah akan terasa penat, sumpek, dan banyak masalah silih berganti akan muncul.

Ketiga, adalah alam barzah (alam kubur). Barzah artinya pemisah, pemisah antara alam dunia dan alam akhirat, setiap orang pasti akan merasakan alam ini untuk bisa sampai kepada alam keabadian/akhirat. Dengan mudawamah/istiqomah membaca quran insyallah ia akan menjadi syafaat bagi pembacanya, atau yg menghadiahkan bacaannya kepada almarhum/almarhumah yg telah meninggal. Dalam suatu riwayat hadist dijelaskan, seseorang tengah mengalami alam barzah, seperti halnya orang yang sedang terkena air bah/banjir bandang yang membutuhkan pegangan apapun yg bisa dijadikan pegangan untuk menyelamatkan diri dari arus kehinaan siksa kubur 'taman dari taman neraka' jika tidak bisa meyelamatkan diri. Bagi yang selamat dari cobaan alam barzah tersebut, yang bisa menepi ke daratan akan menikmati nikmat kubur 'taman dari taman surga', lalu siapa/apa yang bisa menyelamatkan ? Salah satunya adalah qiroatul quran, ataupun kerabat yang menghadiahkan bacaan qurannya kepada si mayit. Bacaan tersebut bisa menjadi ranting, untuk bahan pegangan menyelamatkan diri dari 'arus'. Kalo kalian sayang dengan diri sendiri/orang tua/leluhur, senantiasalah membaca quran, jgn lupa hadiahkan bacaanya, doakan yang kalian sayangi, jangan hanya pas malam jumat ketika yasinan saja, tapi di hari lain kalian lalai. Kasian mereka, ringankanlah beban mereka dengan istiqomah ibadah khususnya membaca quran

Keempat adalah alam akhirat, di akhirat adalah rumah terahir abadi semua insan, disanalah kebabadian akan ada. Sebagai seorang muslim impian/tujuan utama pastilah bisa bertemu Allah swt dengan penuh keridhoan, kerinduan, dan bersanding dengan Rasulullah saw, tentunya juga akan mendapat bonus akan dikumpulkan dengan orang mukmin yang kalian cintai. Amalan apa yg bisa mempercepat/memperbanyak/mengundang ridho Allah untuk itu semua? Salah satunya adalah istiqoma berinteraksi denga quran/membaca quran. Bahkan dalam hadist kedudukan seseorang di sisi Allah bergantung dari sejauh mana akhir ia menghafal ayat2 quran. Riwayat lain redaksionalnya, para huffadz akan memberikan hadiah mahkota indah kepada orang tuanya di akhirat, bentuk apresiasi allah akan insan yang memuliakan quran. Ini tentunya menghafal yg kaffah, antara ahlak, amaliah dan ibadah yang relevan saling menghiasi tanpa ada yang bertolak belakang. Jangan sampai quran yang melaknat balik si pembacanya, banyak sebab diantaranya kalian menyepelekan makroj, hukum tajwid, tidak mengamalkan apa yang dikaji, tidak selaras antara perbuatan dan perkataan, riya, sombong dengan ilmu yang kalian punya.
Lalu? Masikah kalian sibuk dengan dunia. Sampai lupa dengan quran? Dengan pedoman hidup kalian? Masikah mengidolakan figur selain rasulullah, 

Inilah semangat pertemuan Halal Bi Halal Forsis Al-Muhibbin, mengikat hati sanubari untuk terus mengingatkan/mengaitkan/menyelaraskan/menguatkan/memotivasi agar tidak lepas dengan Al-quran dimanapun kalian berada, dimanapun kalian bekerja, dimanapun kalian sekolah/kuliah. Kalianlah yang harus merecanakah kehidupan kalian agar selalu dalam bingkai ibadah pegabdian kepada Allah, kalianlah yg mewarnai lingkungan dengan nuansa quran/dakwah, kalianlah harusnya menyebarkan/mengajarkan quran dimanapun kalian berada, paling dekat adalah keluargamu.
Ikhtiar sebenarnya bermakna pilihan/penentuan yang terbaik menurut allah. Batasan usaha manusia hanya sebatas kasab, usaha dzohir yang terlihat, selebihkan adalah ketentuan allah. Setiap orang tidak akan bisa keluar dari bingkai takdirnya, lalu untuk apa kita berusaha? Itu semata karena perintah allah, yang menciptakan manusia untuk beribadah kepada Nya. Dan sepantasnya juga kita berusaha sebaik mungkin dalam segala hal, karena kalian tidak tau takdir yg ditetapkan Allah.

Buatlah renca dalam hidup, agar hidup lebih terstruktur, lebih bergairah. Saya ingin ini, saya harus begini, dst. Namun perlu diingat Rencana Allah lah yang pasti bakal berlaku. Jangan lupa juga kalian berdoa, karena allah maha mengabulkan doa, kalo doa yakinkanlah diri pasti dikabul! Dalam urusan ibadah hablumminallah tekankanlah bahwa umur kalian itu pendek, siapapun bisa dipanggil menghadapnya/wafat kapanpun, sehingga kualitas ibadah kalian maksimal. Dalam urusan hablumminannas tanamkanlah seakan kalian terus panjang umur agar giat berusaha/bekerja namun tetap niatkanlah dengan semangat ibadah.

Semoga di acara tahun depan peserta bisa semakin banyak, jika dikumpulkan dari alumni khotmil, dta, pesantren jumlahnya bisa ratusan. Pendataan alumni dan akomodir yang baik, sentuhan pengurus yang baik, program yang terstruktur yang baik adalah salah satu kunci dari keberhasilan membesarkan Forsis Al-Muhibbin

'Penulis : Irfan Irawan, Cirebon 4Syawal 1437 Hijriyah,
Redaksi tulisan tidak 100% sama perkataanya, namun maknanya sama disadur dari kalam Abah KH. Muhammad Bahrudin, alhafidz, pengasuh Ponpes Al-Muhibbin Cirebon

(www.almuhibbin.com)


Share:

0 comments