Pengalaman pertama memfasilitasi Problem Analysis Training di luar kota (Bandung) - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Senin, 03 Oktober 2016

Pengalaman pertama memfasilitasi Problem Analysis Training di luar kota (Bandung)

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillah, November nanti genap 2 tahun menempah keilmuan dan pengalaman baru pada dunia Human Resource khususnya Learning and Development. Masuk dan berkontribusi dalam LD menjadi pengalaman tersendiri bagi saya, yaa...pengalaman baru yang sangat challenging.  Mengapa saya katakan demikian, ya karena itu memang Passion saya sejak lama untuk bisa mengeksplorasi keilmuan dengan tanpa adanya batasan 'sekat' yang kaku dalam organisasi perusahaan. Bergabung di Link Net, menjadi tolok ukur saya pribadi untuk bisa berkembang, berinovasi, berkolaborasi dengan banyak disiplin ilmu di Human Resources division. Target dari manajemen adalah semua anggota tim menjadi HR Generalist, disamping juga tanpa melupakan spesialisasi di bidang nya.


Challenge awal adalah saya diminta untuk handle Leadership and Managerial training, untuk bisa lebih berinteraksi dengan people development, designing concept, and make a solution kepada divisi/departemen lain yang membutuhkan support. Training Problem Analysis dan Planning-Coordination for Excellence Execution menjadi bahan bakar saya pribadi untuk bisa belajar dan menyalurkan pemahaman yang se-simple mungkin, kepada peserta agar bisa di terapkan kepada unit kerja nya masing-masing. Untungnya saya punya banyak partner dan boss, big boss yang super support untuk segela sesuatunya, that's fun and passionate.

Training problem analysis lebih menekankan pemahaman yang komprehensif tentang deskripsi masalah, hipotesis terhadap masalah yang diangkat, fakta, analisa, dan solusi. Kelima hal tersebut adalah satu kesatuan siklus pemecahan masalah yang saling terkait. Pada training sebelumnya di kantor pusat tidaklah menjadi masalah, dikarenakan peserta training sering berinteraksi baik langsung ataupun via telpon. Lain halnya ketika diadakan training di cabang, yang notabene sedikit sekali perserta yang sering berinteraksi dengan saya. Penggalian data peserta training tentunya sangat dibutuhkan untuk bisa meng'akuisisi' semua peserta dalam ruangan training, sehingga tercipta interaksi training yang intens, interaktif, bisa muncul sharing session, bahkan sesi diskusi akan semakin hidup.


Tentunya juga tipe peserta training juga beragam, ada yang kooperatif, ada yang 'show up', ada yang cool, ada yang 'kepo', dan masih banyak lagi.  Sambutan dan antusiasme sepanjang training dari team Bandung sangat keren. Peserta tidak segan dan canggung untuk berinterkasi, dan banyak pula yang langsung berdiskusi akan kedalaman materi yang dibahas. Bagaimana supaya masalah yang langganan muncul bisa terselesaikan, bagaimana menghadapi perubahan organisasi yang cukup signifikan, challenge dari manajemen yang kadang 'nggilani', dan lain sebagainya. Mayoritas peserta adalah periode 'experienced trainee', rata-rata mereka sudah bekerja lebih dari 5 tahun, pengabdian mereka jangan ditanya lagi, pokoe muantep. Mereka diharapkan bisa memberikan solusi yang layak ketika dihadapkan dengan proses pemecahan masalah. Yaa, bisa di break down kurang lebih mereka bisa menjelaskan landasan berpikir seorang analis, paham proses sistematis analisa masalah, mendefinisikan masalah, mampu menggunakan teknik analisa tertentu untuk mengurai masalah, tentunya jangan tertinggal mereka diharapkan bisa menyajikan solusi yang layak untuk memecahkan masalah yang penting. Dan sepertinya saya optimis mereka bisa mempraktekkan itu semua,



Thanks Bandung team ! Semangat Pagi ...

29 September 2016 @Ibis Hotel Trans Studio Bandung


Wassalam.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar