Annasaihud Diniyah bab Hak Anggota Tubuh, Dosa Zina, Homoseksual - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Rabu, 28 Juni 2017

Annasaihud Diniyah bab Hak Anggota Tubuh, Dosa Zina, Homoseksual


  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



 Alhamdulillah bertemu kembali, kali saya akan menuliskan beberapa pemaparan dari Kitab Annasaihud Diniyah bab Keutamaan dan Hak Anggota Tubuh (disampaikan oleh KH. Hidayatsyah, SE, MM, MSi - Masjid Al-Hikmah Perumnas 2 Karawaci).



Al-Habib Abdullah al-Hadad berkata: "Telinga itu sebesar-besarnya nikmat, sungguh diciptakan itu untuk mendengar kalimatullah dan sunnah nabi, kalamnya ulama dan hukama, dan kalam nya kaum yang tergolong ibadullahi sholihin maka sebaiknya :

  • Senantiasalah telinga berfaedah dalam jalan keridhoan Allah
  • Senantiasalah sebagai alat dalam kehidupan cukup bagi ia, dan jangan jadikan ia dari pada mendengar keburukan dusta, ghibah, perkataan kotor, jika demikian maka telah kufur nikmat, dan sungguh ia tidak diciptakan untuk itu
  • Imam Ghozali berkata : janganlah kamu sangka sesungguhnya dosa itu hanya terkena sedikit (didengar), ketahuilah yang mendengar sama saja dengan yang berkata"
Lidah itu adalah sebesar-besarnya nikmat Allah atas hambanya. di dalamnya kebaikan yang besar dan manfaat yang banyak. Bagi siapa yang memelihara dan mengamalkan apa-apa yang diciptakan padanya. Di dalamnya banyak keburukan dan kemudhorotan yang besar bagi yang menyiakan dan menggunakan lidah pada selain tujuan diciptakannya. Dijadikan lisan itu oleh Allah SWT digunakan untuk berdzikir, membaca quran, senantiasa dalam jalan ibadah, mengajak kepada ketaatan, agar manusia tau yang nampak dan yang tersembunyi dari urusan agamanya yaitu dakwah. Memperlakukan lidah dengan baik adalah bentuk syukur dan jika sebaliknya adalah bentuk kedzoliman, dan kelak manusia akan binasa karenanya. Tenggelamnya mahabbah (rasa cinta) kepada Allah adalah cukup dengan meninggalkan yang diharamkan oleh nya (ghibah, namimah, dlsb). Seperti sabda-sabda nabi berikut :

  • "Banyak orang yang wajah dan dahinya digiring ke neraka lantaran Lidah"
  • "Yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendak berkatalah yang baik atau diam"
  • "Akan merahmati Allah bagi orang yang sedikit lisannya kecuali untuk kebaikan"
  • "Barangsiapa yang diam maka selamat"
  • "Semua perkataan anak adalah adalah laa ilaha ilallah, dzikrullah, amar ma'ruf wa nahi munkar"
  • "Ada seorang lelaki yang selalu berkata dengan kalimat-kalimat yang mendatangkan murka Allah, sampai hari yang ditentukan, kalimat itu menjumpainya di neraka, karena lisannya disia-siakan dengan selalu banyak omong" 
Pergunakannlah lisan seperlunya, jika tidak terlalu perlu untuk bicara lebih baik gunakan untuk membaca Al-Quran, dzikir ataupun dakwah kebaikan.

Sebesar-besarnya produk dosa lisan adalah Ghibah dimana seseorang menyebut-nyeburt saudara muslim tapi ketika mendengar pasti tidak suka, itulah ghibah, meskipun yang dibicarakan itu benar adanya. Sama halnya dengan hal-hal yang kurang dalam urusan agama, jasmani/badan, keluarga, anaknya sampai cara ia berjalan, berpakaian dan segala yang dikaitkan dengannya. Apakah informasi itu diucap oleh lisan, tulisan, ataupun isyarat dengan tangan.

Berkata Imam Ghozali dan Imam Nawawi
"Ghibah sangat diharamkan seperti tercantum dalam firman Allah dalam surah al-Hujurat ayat 12 " ...dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?.., lihatlah maka Allah menyamakan ghibah seperti memakan bangkai saudaranya, maka cegalah hal tersebut.

Rasulullah Saw bersabda : "Setiap muslim dengan muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan merendahkan kehormatannya", perhatikan perkataan Rasulullah ini, sudah semestinya dan seharusnya janganlah buat masalah perbedaan khilafiyah jadi bahan perpecahan ummat, jangan sampai bicara masalah bid'ah melukai hati muslim lainnya, bahkan bisa masuk bab Ghibah!, naudzubillahi min dzaalik.

Hadist Rasulullah Saw lainnya : "Riba itu ada 72 pintu masuk, dosa yang paling rendah seperti seseorang yang menikahi ibunya sendiri, dan paling tingginya disa riba adalah mencela kehormatan saudaranya". Suatu ketika Siti Aisyah ra pernah berkata tentang Sofiah "ini itu", yang dimaksud adalah ia pendek, kemudian Rasullullah saw mendengar hal tersebut dan bersabda  : "kamu sudah berkata dengan satu kalimat, dan jika satu kalimat itu dituangkan ke lautan niscaya akan hitamlah seluruh airnya", naudzubillah...

Hadist riwayat yang lain, pernah berkata seorang wanita, "Panjang banget engkau punya selendang, mendengar hal tersebut Rasulullah saw bersabda : "al-fadho..al-fadho...(lepehkan..lepehkan) dari mulut itu, maka keluarlah dari mulutnya potongan daging, gara-gara perbuatan itu Allah nampakkan seperti memakan daging saudaranya sendiri"

Kesimpulan, maka menjadi suatu kewajiban untuk menjauhi perkara ghibah, jika ingin menasehati saudaranmu, cari waktu yang baik ajak diskusi berdua, jika tidak sanggup, maka ketahuilah itulah kelemahan dan kekuranganmu, maka janganlah menambahi kekuranganmu dengan ikut ber-ghibah.

Namimah (adu domba)
Dan paling buruknya lisan adalah namimah, yang mempunyai arti mengambil perkataan seseorang dengan maksuk merusak & mem-fitnah orang lain (adu domba). Maka jauhilah dan mintalah perlindungan dari perbuatan ini, seperti beberapa sabda Rasulullah saw mengenai bahaya namimah :

  • Janganlah kamu ambil setiap apa yang kamu dengar sampai kemudian merusak orang tersebut 
  • Tidak akan masuk surga orang yang menjelek-jelekkan saudaranya dan yang menyimpan dendam
  • Sejelek-jeleknya hamba adalah yang menyimpan dendam kesumat dan namimah agar mereka (dua orang) saling bermusuhan.
  • Namimah itu adalah saling benci dan berada dalam api neraka, dan bakalan tidak akan bersatu dalam hati seorang muslim
  • Bukan dari golonganku bagi yang bermusuhan, namimah, dan yang mendatangi dukun
Berkatalah para salafunas sholeh : "Tidak menjadikan namimah itu melahirkan zina & yang paling buruk adalah namimah". Namimah adalah kebusukkan yang memecahkan persahabatan, dengan tujuan menguasai harta dan lain sebagainya itu adalah dosa besar yang berlipat ganda "al-kabair kabir". Karena dengan pemicu namimah bisa menjadikan bibit pertengkaran, permusuhan, pembunuhan bahkan peperangan yang merupakan biang kekufuran dan kejahiyahan, dan tentunya namimah adalah bentuk perkara prilaku  syetan.

Seburuk-buruknya lisan adalah Merendahkan, mengolok-olok, menertawakan dan melecehkan seorang muslim. Firman Allah di surat al-Hujurat : "...Janganlah kamu olok-olok satu kaum diatas kaum yang lain". Beberapa hadist nabi Muhammad saw juga menjelaskan diantaranya "Cukup bagi seseorang dikatakan jahat/buruk dengan merendahkan saudara sesama muslim".

Seburuk-buruknya lisan adalah Bersumpah palsu, berkata kutukan, memutuskan silaturahim, mem-bid'ahkan, mem-fasikan seseorang selain dari apa yang dia yakini. Ada beberapa imam Mazhab yang berbeda pendapat terkait bab hukum seseorang yang tidak solat, Imam Maliki menghukuminya Kafir, sendangkan Imam Syafi'i menghukuminya dengan fajir/dosa besar.

Hak dan Kewajiban Perut
Khobar / atsar / perkataan Sahabat RA : "Barangsiapa yang sangat ingin memasukkan dalam perunya semuanya, itu sama harganya dengan apa yang akan keluar dari perutnya". Sesuai kesepakatan ulama, perkataan sahabat bisa dijadikan dalil. Dengan demikian sebaiknya cukupi dari keinginan syahwat dengan qonaah dan zuhud terhadap dunia, terutama takala makan kurangilah jangan sampai kenyang.

Dan makanlah apa yang halal dari selain bermaksud berlebihan dalam menikmatinya. Seandainya bisa mengurangi makan berlebihan itu adalah mendekati takwa dan sedikit terhadap syahwat. Para salafuna sholeh paling banyak nya makan adalah mengikuti makannya nabi, dengan mengaduk biji gandum untuk dibuat roti tanpa aroma dan rasa. Bahkan dalam riwayat lain, keluarga nabi pernah hanya makan qurma dengan air putih (makanan yang tidak dimasak).

Bagi orang beriman, makanlah dengan adab dan sopan santun dengan mengikuti sunnah nabi dalam hal itu mengucapkan bismillah diawal sebelum makan dan alhamdulilah setelah habis makan. Makanlah dengan niat taat kepada Allah untuk menguatkan ibadah.

Ada beberapa khobar sahabat yang menyebutkan baiknya colek garam dulu sebelum makan, jangan banyak bicara ketika makan. Tentunya hadist nabi juga sangat banyak membahas adab menghadapi makanan, seperti ambil dari yang paling pinggir, mempersilahkan yang tua dulu untuk mengambil makanan jika makan bersama, minum itu sunah nya diawali dengan 3x tegukan (bismillah tegukan pertama lalu ucap alhamdulillah, berikut diulang sampai tegukan ketiga), dll.

Kemaluan    
Maka perliharalah kemaluan, ini perkara penting dan darurat. Sungguh Allah telah memuji dalam kitab nya orang yang memelihara kemaluan, kecuali kepada pasangan istri mereka, barang siapa yang membelakangi (melanggar) maka ia telah melampaui batas. Rasulullah saw penah ditanya, darimana perkara paling banyak menyembabkan manusia penghuni neraka, maka beliau saw menjawab : "dari perkara dua lubang (mulut dan kemaluan)". Rasulullah pernah menasehati untuk minta perlindungan dari kejahatan yaitu kejahatan di antara dua rahang dan dua kaki, maka yang demikian akan dimasukkan ke dalam surga.

Maka wajiblah seorang mukmin memperhatikan perkara ini, dan meminta pertolongan Allah di dalam hati, dalam memikirkan yang tidak halal bagimu, dengan memandang yang haram. Sesuai hadist nabi saw : "Mata itu memandang dan nafsu itu berkeinginan dan kemudian farji membenarkannya atau menolaknya"

Hendaknya diperhatikan, berzina dan apalagi dengan sesama jenis karenanya kekejian dan kebinasaan, sangatlah besar dosanya, ketahuilah perkara tersebut adalah tahriman syadidan (keharaman yang amat sangat) maka cegalah jangan sampai terjadi. Sesuai beberapa redaksi hadist nabi diantaranya  :

  • Janganlah dekati zina, hal itu sangatlah keji dan seburuk-buruknya jalan
  • Dan mereka yang tidak menyembah tuhan dan membunuh dengan sebab yang benar, jangan kalian melakukan zina yang nanti akan dilipatgandakan azab nya di hari kiamat, akan dicambuk di dalamnya kecuali dengan bertaubat (illa man tabaa).
  • Tidaklah orang yang berzina itu kecuali dia tidaklah beriman
  • Orang yang menegakkan zina sama halnya seperti orang yang menyembah berhala
  • Pelaku zina akan datang di kemaluannya api di hari kiamat
  • Ada 3 macam orang yang tidak diakan bicara oleh Allah dan tidak akan disucikan dan dipandang, tentunya akan mendapakan adzab yaitu (kakek-kakek yang berzina, penguasa yang berdusta, orang miskin yang sombong)    
  • Sesungguhnya zina akan menarik seseorang kepada kemiskinan
  • Telah datang di yaumil akhir bau yang sangat busuk, sangat menusuk, maka dikatakan : "ini adalah bau kemaluan orang yang berzina"
  • Bagi pelaku zina perempuan/laki-laki akan kelihatan api dari kemaluannya, maka akan menyala-nyala menyakitinya, demikianlah adzab Allah di alam barzah.
Allah berfirman tentang Kebinasaan kaum Nabi Luth  yang melakukan kekejaman yang melampaui batas, sehingga Allah membalik bumi dan menimpakan batu (dari sijjil) kepada mereka, dikarenakan banyak kaum homoseksual. Dalam surat al-Mumtahanah mereka binasa dengan kekejiannya di rumah-rumah mereka. Dari atas langit-langit (Allah timpakan batu) dilemparlah untuk kaum Luth dan menjadikan mereka binasa, disampaikanlah cerita ini dari sebagian besar ulama salaf. (Maha benar Allah dan tindakan itu semua adalah yang melampaui batas "dzolimul baidh"). Beberapa hadist menyebutkan :

  • Rasulullah saw bersabda : "Yang aku khawatirkan dari umatku adalah perbuatan kaum Luth"
  • Dikutuk Allah 7 mahluk dari 7 lapis langit (tiap satu kutukan dilipat gandakan 3x)
  • Terkutuklah perbuatan kaum Luth (nabi menyebut sampai 3x)
  • Terkutuklah orang yang memotong binatang tanpa menyebut nama Allah
  • Terkutuklah orang yang menyetubuhi binatang
  • Terkutuklah orang yang membuat dosa kepada orang tua
  • Terkutuklah orang yang mengawini ibu dan anaknya
  • Terkutuklah orang yang suka mengambil batas tanah
  • Terkutuklah orang yang mengaku bekas budak padahal tidak
  • Dari Abi Hurairoh ada 4 jenis yang pagi-pagi dalam kemarahan Allah dan sore-sore dalam murka Allah, siapakah itu ya Rasulullah ? dijawab : "Penyerupa dari laki-laki kepada perempuan, yang menyerupai wanita padahal laki-laki, orang-orang yang menyetubuhi binatang, orang-orang homoseksual"
  • Sangat diharamkan tindakan kaum Luth, dengan siksa yang berganda-ganda banyaknya, dan dia akan menerima siksa di dunia sebelum di akhirat.
Adapun hukuman bagi pelakunya adalah hukuman Had (didera dan disiksa) jika yang berzina dari golongan laki-laki atau perempuan yang belum nikah, atau dicambuk 100x dan diasingkan. Bagi pelaku yang sudah menikah (zina Mukhson) dikenakan hukuman Rajam (tubuhnya ditanam pada tanah, sisakan kepalanya saja lalu dilempari batu sampai meninggal), namun harus dibuktikan dengan mendatangkan 4 saksi mata yang jujur, atau pelakunya sendiri yang mengakuinya.

Sangat berbahaya urusan kemaluan ini, maka ujungnya jika tidak bisa menjaganya adalah akan digiring kepada api neraka. Dan berlindunglah dari hal tersebut, ketahuilah pelaku tersebut terkutuk, kemudhorotan sangat besar dan sungguh itu adalah ujian manusia, maka takut dan berhati-hatilah. Ketahuilah juga menikah dengan tangan (onani/mansturbasi) adalah awal kebinasaan umat, mereka yang selalu mencari kesenangan farji dengan cara keharaman.

Kedua Tangan
Maka wajib bagi engkau untuk memperluas kedua tanganmu dengan sedekah didalam perkara menolong kebutuhan mukmin, dan dalam perkara menulis (dakwah) dan hikmah, setiap usaha yang halal (dengan niat untuk mengokohkan perkara-perkara agama). Peliharalah/jauhilah kedua tangan itu dari memukul seorang muslim atau sekutu tanpa sebab yang benar, dari mengambil hal yang tidak boleh dari harta seorang muslim (cara dzolim semisal mencuri, merampok, korupsi, berkhianat) ataupun muamalah (berdagang) yang rusak. Khianat adalah hati sebagai patokan, adapun khianat yang paling susah dan berdampak besar bagi umat adalah khianat kepada ilmu. Perhatikanlah apa yang sudah disepakati, haruslah dijalankan/diamalkan.

Kedua Kaki
Maka berhati-hatilah berjalan kepada pekerjaan maksiat atau menolong perkara yang batil, atau menuju kepada pintu penguasa yang dzolim, atau menuju tempat yang menyebabkan kelalaian (senda gurau) yang tiada kebaikan dan manfaat di dalamnya. Dan tidaklah ada jalan kecuali jalan yang menyebabkan kebaikan dan maslahat, diantaranya berjalan ke masjid untuk sholat berjamaah, perbuatan yang ditujukan untuk ibadah (ziarah kepada teman yang seiman), mengunjungi orang sakit, mengiringi jenazah (minimal ikut menyolatkan dan mengiringi penguburannya).

Ketahuilah perkara baik itu dengan seluruh anggota badan itu adalah nikmat yang sesungguhnya, karena ia diciptakan untuk jalan ibadah dan ketaatan, dengan demikian pula adalah membuktikan ketaatanmu yakni engkau telah bersyukur dan tampak melakukan kebaikan, selain dari itu berarti tindakan maksiat, dan kufur nikmat, juga berkhianat kepada amanah Allah SWT.

Maka sungguh perhatikanlah dari perkara diantara 7 anggota tubuh tadi yang telah diringkas sebelumnya, ini dimaksudkan agar adanya rasa sambung kepada hati untuk mengimaninya, karena hatilah sang raja anggota tubuh. Hati juga meliputi perkara aqidah, akhlak, niat apakah nanti akan menjadi hati yang terpuji/hati yang jelek. Tidak akan ada kebaikan kecuali bagi orang yang mensucikan dan membersihkan hati dari perkara yang jelek dan hina, hiasilah hati dengan perkara yang manis dan utama sesuai firman Allah : "Dan jiwa yang apa-apa telah disempurnakan berupa ilham durhaka/taqwa, sehingga beruntung bagi orang selamatkan jiwanya, dan rugi yang memperburuknya". Perbuatan buruk di hati akan menyembabkan munculnya titik-titik hitam kecil, dan hati dikemudian hari jika selalu dalam kemaksiatan akan menghitam. Juga amal baik bisa diciptakan dengan saling mencintai karena Allah. Disebutkan dalam kitab ihya ulumudin mencintai karena Allah akan membekas di dalam hati, sebaliknya jika tidak akan menjadi pembenaran sifat tercela dan menyebabkan penyakit hati. Sekali lagi tidak ada sesuatupun yang bisa diselamatkan kecuali seseorang yang mempunyai hati yang selamat (qolbin salim). Yang mengetahui jelek atau buruk nya hati adalah diri kita sendiri, bagaimana kah respon kita?. Ketahuilah su'ul khotimah (mati dalam kehinaan) adalah tanda bukti bahwa janji Allah itu benar adanya. Sejatinya keadaan hati dan tindakan kita mempengaruhi keseharian ibadah, sikapilah dan manfaatkan waktu untuk porsi ibadah (kita sendiri yang tau porsi waktunya), perbanyaklah doa disetiap saat selain menjalankan ikhtiar yang wajib. Haruslah juga bisa menjaga diri dalam segala tindakan, seperlunya saja, alangkah lebih baik jika kita bisa mengubah/mewarnai lingkungan dengan nuansa keislaman, adakalanya kita perlu berkorban agar ditolong Allah.

والله أعلمُ بالـصـواب
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar