Tafsir Munir Surah Al-An'am 54 - Keutamaan Seorang Muslim - Al-Muhibbin Indonesia

Al-Muhibbin Indonesia

Berbagi ilmu melalui catatan kuliah, catatan kerja dan Kajian Islam Ahlussunah Waljamaah.

Breaking

Selasa, 27 Juni 2017

Tafsir Munir Surah Al-An'am 54 - Keutamaan Seorang Muslim

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillah berkesempatan lagi menulis, kali saya akan menuliskan beberapa pemaparan dari Kitab Tafsir Munir, Maraah Labiid Karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Kajian ini didapatkan (disampaikan oleh KH. Hidayatsyah, SE, MM, MSi - Masjid Al-Hikmah Perumnas 2 Karawaci).



Tafsir Munir Surah Al-An'am 54
وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Terjemah :Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Al-Munir:
Dan telah datang kepadamu orang-orang yang senantiasa beriman, katakanlah selamat atas kalian (turun kepada ahlus sufah suatu tempat di pelataran masjid Nabawi) pada zaman nabi yang mereka ditanya oleh kaum musyrikin agar mereka mau dipindahkan dari pelataran masjid karena dirasa mengganggu dikarenakan kebanyakan mereka orang miskin dan kalah oleh mereka. Allah kemudian lewat ayat tersebut melarang mereka, jangan mengusir mereka. Bahkan Allah kemudian memberikan sholawat kepada mereka dengan rahmat dunia akhirat.

Dalam hal ini ada perkara "Ikromul Muslim" memuliakan kaum muslimin dengan kaidah : menyayangi yang muda, menghormati yang tua, dan memuliakan orang yang berilmu.

"telah menulis atas diri-diri mereka rohmat" berupa kabar gembira "barangsiapa yang telah berbuat dosa akibat kebodohan, sengaja dalam dorongan syahwat, kemudian ia senantiasa memperbaharui diri" mengiringi prilaku dengan kebaikan agar tidak kembali selamanya, "maka sesungguhnya Allah itu Ghofur (yang membatalkan segala macam siksa) dan Rohim (Maha Penyayang dengan memberikan pahala, sehingga seorang hamba mendapatkan Rahmat-Nya).

Tafsir Jalalain :
(Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah) kepada mereka ("Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu telah menetapkan) telah memastikan (Tuhanmu atas diri-Nya kasih sayang, yaitu bahwasanya) yakni perihalnya; di dalam suatu qiraat dibaca dengan fathah yaitu annahu sebagai badal atau kata ganti dari Lafal ar-rahmah (siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan) terhadap perbuatan itu sewaktu ia melakukannya (kemudian ia bertobat) kembali ke jalan yang benar (setelah itu) setelah mengerjakannya (dan mengadakan perbaikan) terhadap amal perbuatannya (maka sesungguhnya Ia) yakni Allah swt. (Maha Pengampun) kepadanya (lagi Maha Penyayang.") kepada dirinya. Menurut qiraat lainnya dibaca dengan fatah; artinya maka Dialah yang memberi ampunan dan kasih sayang.

Sumber khat Arab dan Tafsir Jalalain

والله أعلمُ بالـصـواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar